Polres Binjai Bakal Razia Pabrik dan Industri Rumahan

Polres Binjai akan melakukan razia ke sejumlah pabrik dan industri rumahan setelah kebakaran di pabrik perakitan korek api.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  16:43 WIB
Polres Binjai Bakal Razia Pabrik dan Industri Rumahan
Warga melihat liang kubur yang telah disiapkan untuk pemakaman korban kebakaran pabrik korek api gas (mancis) di perkuburan muslim, Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara, Minggu (23/6/2019). - Antara

Bisnis.com, MEDAN – Polres Binjai akan melakukan razia ke sejumlah pabrik dan industri rumahan setelah kebakaran di pabrik perakitan korek api.

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan setelah kebakaran terjadi di pabrik perakitan korek api, pihaknya bakal melakukan razia ke sejumlah pabrik dan industri rumahan. Razia dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku usaha memiliki izin, tempat operasi yang laik hingga ketersediaan fasilitas jaminan sosial bagi pekerjanya.

"Kami akan melaksanakan razia pabrik pabrik maupun home industry yang ada di sini mengenai perizinannya bagaimana standar keamanannya jaminan sosial tenaga kerja ada apa enggak," ujarnya, Senin (24/6/2019).

Pasalnya, pabrik yang terbakar pada Jumat (21/6/2019) itu merupakan pabrik perakitan korek api berbasis rumahan yang tak memiliki standar keamanan. Menurutnya, pelaku usaha memberlakukan standar keamanan yang mumpuni karena para pekerja merakit dan mengetes korek sebelum akhirnya menjadi produk siap jual.

Pabrik pun terbakar karena saat api besar keluar dari korek, salah seorang karyawan justru melempar ke tempat korek api siap jual dan api dengan cepat menyambar material lain. Padahal biasanya jika api keluar, karyawan memadamkan api dengan cara menginjak korek menggunakan sandal, sepatu atau menutup api dengan keset.

"Nahasnya kemarin karyawan yang kami dapat keterangannya, memang sudah sering seperti itu kalau kebakaran dilempar terus diinjak aja pakai sandal maupun sepatu atau keset. Keselamatan karyawan ini enggak ada standarnya."

Ditambah, tak ada prosedur untuk menyelamatkan diri bila terjadi kebakaran. Saat kebakaran terjadi pun hanya terdapat satu pintu keluar sehingga banyak karyawan yang terjebak di dalam ruangan karena tak sempat menyelamatkan diri.

"Waktu api menyambar ke depan mereka enggak bisa menyelamatkan diri karena pintu terkunci dan teralis besi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top