Pemkab Musi Banyuasin Gandeng Perusahaan Rintisan Fasilitasi Modal Petani

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggandeng perusahaan rintisan, PT Crowde Membangun Bangsa atau Crowde, untuk mendukung pembiayaan bagi modal petani di kabupaten tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  13:01 WIB
Pemkab Musi Banyuasin Gandeng Perusahaan Rintisan Fasilitasi Modal Petani
Petani memanen buah timun suri - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggandeng perusahaan rintisan, PT Crowde Membangun Bangsa atau Crowde, untuk mendukung pembiayaan bagi modal petani di kabupaten tersebut.
 
Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba), Beni Hernedi, mengatakan Crowde merupakan start up yang berplatform menghimpun dana dari masyarakat sebagai modal kerja petani.
 
“Dengan upaya ini, kita harapkan petani di Muba tidak lagi terbentur dengan modal, jadi selain bantuan dari pemerintah daerah ada back up lain yang akan memaksimalkan permodalan petani,” katanya, Senin (17/6/2019).
 
Menurut Beni, perusahaan start up dengan segmentasi seperti itu akan mendorong petani di Muba lebih maksimal dalam menjalankan usaha di bidang pertanian.
 
Dia menilai langkah tersebut juga menjadi solusi dan jalan keluar permasalahan yang selama ini menjadi momok di kalangan petani terkait minimnya pembiayaan.
 
Sebelumnya, CEO PT Crowde Membangun Bangsa, Yohanes Sugihtononugroho, mengatakan Crowde ada untuk membantu petani.
 
“Jadi, kami bukan lebih fokus menyasar segmen petani. Namun, kami membuat daftar permasalahan di sektor pertanian Indonesia yang sangatlah banyak, sehingga kami memutuskan untuk menjadi salah satu solusi bagi permasalahan yang dialami para petani,” jelasnya.
 
Dia mengemukakan Crowde mulai beroperasi pada September 2015, dan ide pendirian Crowde berawal dari masalah yang ada di sektor pertanian Indonesia.
 
“Konsep yang kami tawarkan ini sebenarnya sudah mendapatkan banyak pertentangan, karena banyak sekali investasi bodong yang mengatasnamakan pertanian, sehingga industrinya menjadi sangat keruh,” katanya.
 
Yohanes menjelaskan strategi yang dijalankan adalah dengan cara peningkatan kualitas petani dan proyek pertanian, karena dengan edukasi yang lebih mendalam membuat petani memiliki hasil yang meningkat dari sisi kuantitas maupun kualitas. Dengan demikian, petani pun lebih sejahtera dan akan terus melebarkan usahanya.
 
Dari sisi petani, pihaknya berupaya menjadi partner mereka mulai dari pengembangan pola pikir petani, pendanaan, dan pembentukan ekosistem pertanian secara lokal.
 
“Ini untuk membantu petani menjual kepada para end user sehingga mendapat margin yang lebih baik,” katanya.
 
Sementara dari sisi pemodal, Crowde berupaya meningkatkan layanan dengan melakukan transparansi pada setiap kegiatan yang terjadi sehingga pemodal dapat dengan jelas melihat kemana uang mereka terpakai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
petani, musi banyuasin

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top