Selama Ramadan, Distribusi Elpiji di Riau Naik 4 Persen Perhari

Memasuki pekan ke empat Ramadan 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Branch Riau terus menggelar pasar murah elpiji 3 kg. Tak kurang dari 13 pasar murah dilaksanakan sejak akhir April lalu. Ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  17:17 WIB
Selama Ramadan, Distribusi Elpiji di Riau Naik 4 Persen Perhari
Warga antre membeli gas elpiji subsidi saat digelar operasi pasar Pertamina di Polsek Pontianak Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, PEKANBARU -- Memasuki pekan ke empat Ramadan 1440 H, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Branch Riau terus menggelar pasar murah elpiji 3 kg. Tak kurang dari 13 pasar murah dilaksanakan sejak akhir April lalu. Ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo dalam keterangan resminya menjelaskan penyaluran elpiji meningkat selama Ramadhan. 
 
"Periode 1 hingga 24 Mei, untuk Riau kami salurkan elpiji 3 kg sebanyak 153.000 tabung per hari. Jumlah ini meningkat empat persen dibanding penyaluran normal," katanya Minggu (26/5/2019).
 
Disamping menambah pasokan ke pangkalan, penyaluran juga dilakukan lewat pasar murah. Bekerja sama dengan Disperindag, lokasi pasar murah diantaranya di Kecamatan Rumbai, Senapelan, Tenayan Raya, Tampan dan Sukajadi. 
 
Total terdapat 13 titik, masing-masing dialokasikan sejumlah 560 tabung. Sebanyak total 7.280 tabung elpiji 3 kg disalurkan pada warga.
 
"Khusus di Pekanbaru, sudah disalurkan sebesar 26.320 tabung elpiji 3 kg per hari. Peningkatannya sebesar empat persen dibandingkan penyaluran normal," lanjut Roby.
 
Di sisi lain, penyaluran elpiji non subsidi Bright Gas 5,5 kg di Riau juga menunjukkan kenaikan. Sejak awal Mei, sejumlah total 40.727 Bright Gas 5,5 kg disalurkan pada masyarakat. Jumlah ini meningkat lima persen dibandingkan konsumsi normal.
 
Untuk lebih mendorong penggunaan elpiji yang tepat sasaran, Pertamina mengadakan kegiatan berbuka dengan usaha mikro dan komunitas  (BEDUK) Bright Gas. Ini merupakan bagian dari program Satgas Rafi 2019 yaitu Pertamina Melayani, Berbagi dan Mengedukasi.
 
“Dalam program BEDUK Bright Gas ini, kami bekerja sama dengan Hiswana Migas. Bertujuan lebih mendorong penggunaan elpiji yang tepat sasaran,” ujar Roby. 
 
Saat ini, perbandingan pangsa pasar elpiji subsidi dengan non subsidi mencapai 86 persen berbanding 14 persen. Padahal menurut BPS Riau, jumlah masyarakat miskin hanya 7,21 persen.
 
BEDUK Bright Gas memberdayakan usaha kuliner yang menggunakan Bright Gas. Sebanyak empat usaha kuliner mengikuti kegiatan pada Kamis (23/05) di SPBU 14.282.661. Pada kesempatan itu diserahkan pula santunan kepada 250 anak dari enam panti asuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, riau, elpiji

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top