Gubernur Edy Rahmayadi Larang Sesaki Kantor Gubernur untuk Tukar Uang

Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi melarang masyarakat memenuhi Kantor Gubernur untuk menukar uang.
Gubernur Edy Rahmayadi Larang Sesaki Kantor Gubernur untuk Tukar Uang Duwi Setiya Ariyanti | 24 Mei 2019 13:06 WIB
Gubernur Edy Rahmayadi Larang Sesaki Kantor Gubernur untuk Tukar Uang
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi bersama istri menunjukkan kertas suara di hadapan wartawan. Rabu (17/4/2019).Bisnis - Duwi

Bisnis.com, MEDAN—Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi melarang masyarakat memenuhi Kantor Gubernur untuk menukar uang. Mengapa ya?

Menurutnya, Bank Indonesia telah menyiapkan 131 titik penukaran uang. Dengan demikian, masyarakat memiliki banyak pilihan tempat penukaran uang sehingga penukaran uang tak hanya dilakukan di Kantor Gubernur.

Dia menilai, bila masyarakat memenuhi gerai penukaran uang di Kantor Gubernur, dikhawatirkan jumlah uang yang tersedia pada titik tersebut tak mencukupi.

"Tak usah datang ke sini semuanya, [uangnya] tak cukup nanti. Ada di Lapangan Benteng, di pasar juga ada," ujarnya, Jumat (24/5/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Utara, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan terdapat sekira Rp70 miliar yang disediakan pada titik penukaran di Kantor Gubernur.

Menurut Wiwiek, penukaran uang akan semakin meningkat setelah tanggal 25 Juni bersamaan dengan pencairan gaji dan tunjangan hari raya (THR). Hingga saat ini, tercatat Rp96 miliar yang telah ditukarkan.

"Hingga saat ini, sekitar Rp96 miliar [yang sudah ditukarkan]. [Angka ini] akan terus meningkat. [Diperkirakan] peningkatan yang paling deras setelah tanggal 25 karena sudah ada THR, gaji," katanya.

Lebih lanjut, berikut beberapa titik penukaran uang. Terdapat 70 loket di masing-masing bank di Kota Medan dan delapan loket di luar Kota Medan yang melayani penukaran uang. Selain itu, terdapat titik
penukaran uang di 15 pasar hingga 29 Mei. Lalu, kas keliling di Lapangan Benteng pada 27 Mei hingga 29 Mei serta di tujuh instansi Pemerintah termasuk di Kantor Gubernur dan Kantor Polda Sumatra Utara.

Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi mengatakan pasar murah digelar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan komoditas dengan harga yang lebih terjangkau. Adapun, paket bernilai Rp100.000 tersebut dijual dengan harga Rp50.000.

Dia mengakui selama periode Ramadan dan Lebaran, konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Hal itu juga kemudian yang memicu kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai merah. Dia berujar stok cabai merah tersedia namun belum bisa menurunkan harga jual di pasar tradisional. Harga cabai merah saat ini terpantau di kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kg.

"Cabai merah banyak di pasar, banyak di Berastagi. Saya kira cabai merah tak ada, ternyata ada. [Kenaikan harga ini diakibatkan] apakah meningkat makan cabainya," ujarnya, Jumat (24/5/2019).

Selain pasar murah, beberapa titik penukaran uang pun tersedia untuk mempersiapkan kebutuhan di Hari Raya. Dia menyebut Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Utara telah menyiapkan Rp8,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Bank Indonesia menyiapkan Rp8,6 triliun. Rp8,6 triliun banyak kalau kita berikan cabai rawit semua," katanya berseloroh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
medan, sumut

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top