BBPOM Pekanbaru Temukan Makanan Takjil Gunakan Bahan Berbahaya

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menggelar sidak pengujian takjil atau makanan berbuka yang dijual di sejumlah pasar Ramadan. Ditemukan beberapa makanan takjil mengandung bahan berbahaya.
Ilustrasi-Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh membeli makanan dan minuman berbuka puasa yang dijajakan pedagang takjil untuk diuji laboratorium di Banda Aceh, Aceh, Jumat (10/5/2019). BPOM dan Pemerintah Kota Banda Aceh akan memberikan sanksi kepada pedagang yang menjual makanan dan minuman mengandung zat kimia berbahaya. /ANTARA
Ilustrasi-Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh membeli makanan dan minuman berbuka puasa yang dijajakan pedagang takjil untuk diuji laboratorium di Banda Aceh, Aceh, Jumat (10/5/2019). BPOM dan Pemerintah Kota Banda Aceh akan memberikan sanksi kepada pedagang yang menjual makanan dan minuman mengandung zat kimia berbahaya. /ANTARA

Bisnis.com, PEKANBARU -- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, BBPOM, Pekanbaru menggelar sidak pengujian takjil atau makanan berbuka yang dijual di sejumlah pasar Ramadan. Hasilnya ditemukan beberapa makanan takjil mengandung bahan berbahaya.

Ahli Muda Bidang Informasi dan Komunikasi BBPOM Pekanbaru Sonya mengatakan pihaknya telah melakukan sidak takjil di tiga lokasi berbeda yaitu di Pekanbaru, Pelalawan, dan Kampar.

"Hasilnya kami menemukan tujuh menu takjil yang terdeteksi mengandung bahan berbahaya, kami menemukannya dijual di Kampar," kata Sonya, Rabu (15/5/2019).

Sonya menjelaskan tujuh menu yang diuji BBPOM tersebut adalah dua sampel minuman, satu sampel mi kuning basah, tiga sampel agar-agar, dan satu sampel mi kuning kering.

Dari hasil uji pihaknya menemukan bahan berbahaya dari kandungan makanan takjil tersebut, yaitu rhodamin B dari sampel minuman, lalu boraks dari sampel mi kuning.

Kedua bahan itu menurut Sonya sangat berbahaya bila dikonsumsi manusia.

"Dari penemuan ini, kami sedang melakukan penelusuran terhadap pembuat makanan takjil tersebut," kata Sonya.

Adapun dari hasil sidak di Pekanbaru dan Pelalawan, pihaknya belum menemukan bahan berbahaya pada makanan takjil yang dijual pedagang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Saeno

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper