PMI Kerahkan Relawan Bantu Korban Banjir Bengkulu

Puluhan relawan dan anggota Palang Merah Indonesia diterjunkan untuk menangani dan membantu para korban akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di  beberapa wilayah Provinsi Bengkulu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2019  |  09:39 WIB
PMI Kerahkan Relawan Bantu Korban Banjir Bengkulu
Foto udara kawasan terdampak banjir di perumahan kawasan Balai kota, Bengkulu, Sabtu (27/4/2019). Tingginya intensitas hujan dua hari terakhir serta meluapnya volume sungai Bengkulu mengakibatkan banjir setinggi 100 - 175 cm di sejumlah titik rawan banjir di kota dan kabupaten se-provinsi Bengkulu diantaranya Bengkulu Selatan, Kepahyang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara, Muko - Muko, dan Seluma. - ANTARA/David Muharmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Palang Merah Indonesia menerjunkan relawan dan anggota PMI di lokasi banjir pada sejumlah wilayah di Bengkulu.

Puluhan relawan dan anggota Palang Merah Indonesia diterjunkan untuk menangani dan membantu para korban akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di  beberapa wilayah Provinsi Bengkulu.

"Kami telah merespons tanggap darurat dengan mengerahkan sumber daya baik relawan dan peralatan pendukung lainnya untuk membantu pemerintah melakukan penanggulangan atas serangkaian musibah bencana banjir dan longsor di wilayah bengkulu," kata Kepala Markas PMI Provinsi Bengkulu Joni Saputra melalui sambungan telepon kepada Antara, Selasa (30/4/2019).

Joni menyebutkan PMI sudah menginstruksikan kepada relawan dan stafnya di kabupaten/kota yang markasnya berdekatan dengan lokasi bencana untuk ikut menurunkan personel membantu penanganan longsor dan banjir yang terjadi pada sabtu siang tersebut.

Selain itu, PMI telah berkoordinasi dengan pemerintah, mengerahkan relawan dan staf untuk membantu proses evakuasi baik manual maupun dengan menggunakan perahu karet dan mengerahkan kendaraan baik rescue maupun tangki air bersih.

"Saat ini personel PMI masih berada di lapangan dan membantu proses assesment dampak kerugian serta memberikan pelayanan kesehatan dengan menerjunkan tim medis untuk melakukan penyisiran (mobile klinik) ke beberapa lokasi pengungsian warga hal ini untuk mengantisipasi dampak penyakit pascabanjir," tambah Joni.

Untuk penanganan bencana ini, PMI di bawah kendali pemerintah daerah setempat seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta menempatkan personelnya di lokasi-lokasi terdampak untuk antisipasi bencana banjir dan longsor susulan.

"Kami sudah instruksikan kepada seluruh anggota dan relawan PMI agar meningkatkan kewaspadaan dan bersiaga, karena kondisi cuaca dalam beberapa terakhir ini buruk seperti turun hujan deras yang berpotensi terjadinya banjir susulan," terang Joni.

Berdasarkan data informasi sementara dampak banjir dan longsor ini mengakibatkan puluhan warga meninggal dunia, belasan ribu jiwa mengungsi. Selain itu mengakibatkan kerugian hewan ternak seperti sapi 106 ekor, kambing/domba 101 ekor dan kerbau 4 ekor. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bengkulu

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top