Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tarif Angkutan Udara Lanjutkan Deflasi Palembang

Kota Palembang pada Maret 2019 masih mengalami deflasi sebesar 0,01% seiring berlanjutnya penurunan harga tarif angkutan udara yang sebesar 6% dibanding bulan sebelumnya.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 01 April 2019  |  19:00 WIB
Ilustrasi - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Ilustrasi - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, PALEMBANG – Kota Palembang pada Maret 2019 masih mengalami deflasi sebesar 0,01% seiring berlanjutnya penurunan harga tarif angkutan udara yang sebesar 6% dibanding bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan terdapat lima komoditas utama yang memberi andil terhadap pembentukan deflasi di kota itu.

“Selain beras, angkutan udara juga menyebabkan deflasi. Ada pula penurunan harga pada komoditas jeruk, telur ayam ras dan ikan patin,” katanya, Senin (1/4/2019).

Endang menerangkan dari 386 komoditas yang dipantau BPS Sumsel, tercatat 62 komoditas mengalami penurunan harga,89 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya stabil.

Dia melanjutkan deflasi pada MAret 2019 tersebut membuat Palembang tercatat deflasi sebesar 0,11% secara kumulatif pada tahun ini.

Meski Palembang terjadi deflasi, namun hal sebaliknya terjadi di Kota Lubuk Linggau di mana kota yang didata BPS itu mengalami inflasi sebesar 0,11%.

Endang mengatakan inflasi Lubuk Linggau disebabkan naiknya harga pada komoditas cabai merah, bawang merah, mie kering instan dan apel.

“Kami memantau252 komoditas di Lubuk Linggau di mana ada 50 komoditas yang mengalami kenaikan harga sedangkan 27 komoditas menurun,” katanya.

Dengan demikian, dia melanjutkan, Sumsel mengalami inflasi 0,003% pada Maret 2019 dengan laju inflasi kumulatif sebesar -0,10%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang deflasi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top