Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uang Kertas Rp20.000 Langka di Medan

Dari survei yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Sumatra Utara, uang nominal Rp20.000 paling langka di Medan dibandingkan nominal lain yakni Rp50.000 dan Rp100.000.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  16:04 WIB
Uang Kertas Rp20.000 Langka di Medan
Ilustrasi penukaran uang menjelang Lebaran - Antara/Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN—Dari survei yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Sumatra Utara, uang nominal Rp20.000 paling langka di Medan dibandingkan nominal lain yakni Rp50.000 dan Rp100.000.

Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatra Utara, Hilman Tisnawan mengatakan dari survei yang melibatkan 800 responden itu 85% menilai bahwa uang dengan nominal Rp20.000 paling sulit didapat. 57,8% responden pun menyebut uang bernominal Rp50.000 selalu tersedia di dompet.

Sementara itu, hanya 12,3% responden yang menyimpan uang dengan nominal Rp20.000.

Akibat terbatasnya uang bernilai Rp20.000 itu, 67,4% responden lebih sering menggunakan uang Rp50.000. Jawaban tersebut mayoritas diwakili mahasiswa yakni 44,3%; pegawai swasta 27,5% dan 6,7% aparatur sipil negara (ASN).

Adapun, 57% responden menyebut kerap bertransaksi di pasar, kedai dan warung. Sisanya, 13% responden bertransaksi di pusat perbelanjaan dan pembayaran tagihan, pulsa serta pembelian bahan bakar minyak (BBM).

"BI dan perbankan perlu meningkatkan distribusi [uang] pecahan Rp20.000 karena [uang] pecahan tersebut sulit didapatkan sehingga masyarakat terpaksa memakai [uang] pecahan Rp50.000," ujarnya, Jumat (15/3/2019).

Kebutuhan uang dengan nominal Rp20.000 cukup tinggi karena beberapa hal. Pertama, rata-rata nilai belanja di pasar sebesar Rp10.000 hingga Rp40.000 perhari. Kedua, rata-rata harga makanan di rumah makan di kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000.

Ketiga, biaya angkutan umum seperti ongkos bus ke Bandara Kualanamu di kisaran Rp20.000 hingga Rp40.000. Oleh karena itu, pihaknya akan menerapkan program kas keliling di 70 titik dengan menggandeng 55 bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top