Aceh Memerlukan Sentra Ekonomi Baru

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh Warul Walidin menyatakan Provinsi Aceh memerlukan sentra-sentra ekonomi baru.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  22:46 WIB
Aceh Memerlukan Sentra Ekonomi Baru
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk. Pengolahan sawit dianggap bisa menjadi salah satu sentra pertumbuhan ekonomi baru bagi Aceh. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, BANDA ACEH – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh Warul Walidin menyatakan Provinsi Aceh memerlukan sentra-sentra ekonomi baru guna meningkatkan pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakat.

"Aceh memiliki modalitas yang kuat untuk membangun sentra-sentra ekonomi baru seperti sumber daya alam dan juga sumber daya manusianya, sehingga dapat mengurangi ketergantungan dari luar," katanya usai rapat senat terbuka wisuda doktor, magister, sarjana dan ahli madya semester ganjil tahun akademik 2018/2019 UIn Ar-Raniry di Darussalam, Banda Aceh, Kamis (28/2/2019).

Ia menjelaskan potensi yang ada tersebut harus dimanfaatkan untuk mengembangkan sentra-sentra ekonomi baru yang ikut didukung dengan anggaran yang memadai untuk di sektor tersebut.

"Artinya, kehadiran sentra ekonomi baru seperti mengoptimalkan hasil pertanian, perikanan dan peternakan akan mampu memberikan nilai tambah kepada petani dan mengurangi ketergantungan dari provinsi tentangga khususnya," katanya.

Ia mencontohkan Aceh memiliki lahan sawit yang seharusya dapat memproduksi minyak kemasan yang dikemas langsung dengan baik sehingga dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan juga akan menghimpun tenaga kerja baru.

"Aceh juga dapat membangun sentra produksi peternakan seperti ayam petelut sehingga provinsi ini tidak berharap banyak terhadap telur yang selama ini banyak dikirim dari Sumatera Utara," katanya.

Ia juga mengatakan anggaran yang mengalir melalui proyek-proyek besar yang dibangun di Aceh terkadang tidak seluruhnya mengalir di Aceh tapi ke daerah lainnya karena banyak bahan baku yang didatangkan dari luar Aceh termasuk juga tenaga kerja.

Karean itu ia juga menyarankan untuk membuka sentra baru dan juga memanfaatkan peluang yang ada, maka perlu meningkatakan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia sehingga mampu memenuhi permintaan bursa kerja.

"Jika SDM Aceh sudah terlatih dan memiliki kemampuan kerja, maka tidak perlu lagi membawa tenaga kerja dari luar untuk bekerja sebab SDM yang ada di Aceh sudah sangat mumpuni dan mampu memenuhi permintaan bursa kerja," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aceh

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top