Kota Padang Membutuhkan 31.000 Titik Penerangan Jalan Umum

Pemerintah Kota Padang mengklaim masih membutuhkan 31.000 titik penerangan jalan umum (PJU) untuk memastikan seluruh jalan di daerah itu memiliki penerangan yang baik.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  13:09 WIB
Kota Padang Membutuhkan 31.000 Titik Penerangan Jalan Umum
Pengunjung berada kawasan Monumen Merpati Perdamaian, pantai Muaro Lasak, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1/2019). - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG — Pemerintah Kota Padang mengklaim masih membutuhkan 31.000 titik penerangan jalan umum (PJU) untuk memastikan seluruh jalan di daerah itu memiliki penerangan yang baik.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebutkan dari sekitar 60.000 titik PJU yang ada di ibukota provinsi Sumatra Barat itu, sebanyak sekitar 29.000 titik sudah tersedia, sehingga sisanya masih harus dibangun secara bertahap.

“Dari total sekitar 60.000 titik kebutuhan Kota Padang, 29.000 sudah terpasang. Sisanya ini masih bertahap. Kami mengharapkan dukungan kementerian ESDM untuk mempercepat realisasinya,” kata Mahyeldi, Senin (25/2/2019).

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat pemda setempat tidak bisa memenuhi ketersediaan PJU dalam waktu cepat, padahal banyak jalan – jalan di daerah itu yang sama sekali belum dilengkapi fasilitas penerangan.

Dia mengatakan guna mempercepat Kota Padang menuju kota metropolitan, ketersediaan PJU tersebut menjadi sangat penting.

Makanya, kata dia, dukungan dari pusat, terutama Kementerian ESDM sangat diharapkan, karena sudah memiliki program pengadaan PJU tenaga surya (TS) di berbagai daerah di Tanah Air.

“Tentu dukungan dari kementerian [ESDM] dan sinergi dengan pihak ketiga sangat diperlukan untuk mempercepat ketersediaan PJU yang memadai di Kota Padang ini,” ujarnya.

Mahyeldi menuturkan program PJU TS yang dikembangkan Kementerian ESDM juga sangat cocok untuk melengkapi fasilitas PJU di perkotaan karena tidak mengambil energi yang ada. PJU TS menggunakan energi baru atau tenaga surya, sehingga ketersediaan energi yang ada bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Adapun Kementerian ESDM memberikan bantuan PJU TS sebanyak 200 titik untuk kawasan Universitas Andalas, sehingga diharapkan membantu aktivitas mahasiswa, dosen, maupun kegiatan lainnya di kampus tersebut.

“Kami bantu PJU TS untuk 200 titik di Unand. Kalau anggaran tersedia, semua usulan dari pemerintah daerah akan kami penuhi. Prinsipnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk mengalokasikan dana pembangunan agar bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” kata Wamen ESDM Arcandra Tahar.

Dia menyebutkan Kementerian ESDM membantu 740 titik PJU TS untuk 14 kabupaten dan kota di Sumbar, sebagai salah satu bentuk pengalihan subsidi berupa pembangunan langsung yang bisa dinikmati masyarakat.

Selain itu, Arcandra juga menawarkan pemerintah Kota Padang mengembangkan pembangkit listrik tenaga sampah guna memenuhi kebutuhan energi daerah itu. Apalagi produksi sampah di Padang sangat besar mencapai 700 ton per hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
padang, lampu jalan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top