Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Aceh Fokus Pacu Sektor Mikro

Selama 2018, Pemerintah Aceh gencar mempromosikan sektor energi dan pariwisata kepada investor asing diberbagai negara, namun belum memberikan hasil signifikan.
Abdul Hadi Firsawan
Abdul Hadi Firsawan - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  20:43 WIB
usaha kecil kerajinan - Ilustrasi/Bisnis
usaha kecil kerajinan - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, BANDA ACEH - Minimnya realisasi investasi asing di Provinsi Aceh membuat Pemerintah Aceh memfokuskan program pada peningkatan sektor mikro.

Selama 2018, Pemerintah Aceh gencar mempromosikan sektor energi dan pariwisata kepada investor asing diberbagai negara, namun belum memberikan hasil signifikan.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan bisa dilakukan dengan banyaknya lapangan kerja. Masuknya investasi asing diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan pengangguran di Aceh. Namun karena invasi perusahaan asing rendah, maka sektor mikro yang dinilai baik perkembangannya akan menjadi fokus pemerintah untuk ditingkatkan.

"Investasi harus di bangun dengan kekuatan sendiri, yaitu sektor mikro. Jadi kita revitalisasi KEK (Arun), bangun wilayah industri Ladong, mengembangkan Sabang, dan lainnya," kata Nova Iriansyah saat berbicara dalam diskusi yang digelar Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (29/1/2019).

Menurut Nova, pola pembangunan daerah melalui klasterisasi sedang tren dan terlihat lebih tertata, seperti yang juga dilakukan oleh Malaysia. Meski memfokuskan pembangunan daerah melalui sektor mikro, Nova Iriansyah tidak menampik bahwa investasi masih menjadi faktor penting untuk memajukan daerah.

Penguatan privat sector yang berdampak pada bertambahnya lapangan kerja menjadi jalan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Nova menyebutkan beberapa pengusaha kreatif asal Aceh yang mengembangkan produk serta menjualnya hingga ke tingkat nasional dan internasional, hal itu yang diharapkan terus berkembang di Aceh.

"Hampir nggak mungkin kita mencapai kesejahteraan tanpa adanya investasi. Negeri ini dibangun oleh swasta, biarpun swasta ada juga yang plat merah," tutur Nova dihadapan puluhan peserta yang hadir.

Tahun lalu, kata Nova, para pengusaha di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memiliki kendala dalam hal permodalan di perbankan. Nova berharap perbankan bisa lebih proaktif dalam membantu pengembangan UMKM, khususnya dari segi permodalan. Di samping itu, Nova juga menyayangkan sikap Bank Aceh yang tidak menyakurkan Kredit Usaha Rakyat pada tahun 2018, sementara 90% dari kredit yang disalurkan Bank Aceh bersifat konsumtif.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Zainal Arifin Lubis menyebutkan, tren pertumbuhan ekonomi di Aceh bagus meski nilainya tidak tinggi.

Dengan cepatnya pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Aceh tahun 2019, harusnya bisa membuat pertumbuhan ekonomi Aceh lebih baik dari tahun lalu.

Menurut Arifin, potensi pertumbuhan sektor mikro sangat besar di Aceh karena pasarnya ada. Selama beberapa tahun ini, BI Aceh membuat beberapa program yang diharapkan memicu pertumbuhan sektor mikro.

"Kita berusaha mendekatkan bank dengan pengusaha. Ini salah satu upaya konktrit yang dilakukan Bank Indonesia untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi melalui usaha mikro. Kita sasar itu diberbagai bidang seperti pertanian, handycraft, dan lainnya," ujar Arifin.

BI Aceh melihat, sektor pertanian dan perikanan berpotensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh agar tumbuh lebih tinggi dan berkelanjutan, sehingga menyerap tenaga kerja yang lebih besar dan menurunkan angka kemiskinan.

Dalam diskusi tersebut, Arifin menjelaskan keadaan perekonomian Aceh dan kondisi daerah Syariat Islam tersebut secara umum. Ia menyebutkan, tingkat inflasi Aceh menunjukkan tren baik dalam beberapa tahun terakhir, sementara tingkat kemiskinan dan pengangguran jika dilihat dari year-on-year menunjukkan penurunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aceh usaha mikro
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top