Sumut Gaet Wisman Malaysia & Arab Lewat Kuliner Halal

Kuliner halal diharapkan mampu menggaet wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Arab sehingga kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatra Utara meningkat.
Duwi Setiya Ariyanti | 14 Januari 2019 20:52 WIB
Kuliner Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN--Kuliner halal diharapkan mampu menggaet wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Arab sehingga kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatra Utara meningkat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Sumatra Utara Wan Hidayati mengatakan kuliner halal bakal menjadi pendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatra Utara.

Pasalnya, wisman yang berkunjung ke Sumatra Utara ditopang dari wisman asal Malaysia yang mayoritas beragama Islam.

Menurutnya, belum terbaginya pusat-pusat kuliner di Sumatra Utara dengan preferensi ini berdampak pada turunnya minat wisman untuk melancong. Oleh karena itu, dia menyebut agar kuliner halal bisa menjadi daya tarik bagi wisman.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara, tercatat, dari Januari hingga November 2018, wisman asal Malaysia berkontribusi paling besar yakni dengan 68,73% dari total wisman.

Sisanya, Singapura 7,71%; China 2,98%; Australia 1,95%; Jerman 1,82%; India 1,47% dan Amerika Serikat 1,37%. Terakhir, berasal dari Taiwan dengan porsi 1,31%; Thailand 1,29% dan Inggris 1,22%.

Dari sisi kunjungannya, selama 11 bulan di tahun 2018, realisasi kunjungan wisman dari 10 negara ini ke Sumatra Utara menyentuh 162.425 kunjungan atau naik 16,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yaitu 139.833 kunjungan.

Kendati demikian, secara total kunjungan, justru turun 17,1% dibandingkan dari 242.150 kunjungan di periode yang sama tahun 2017 menjadi 200.530 kunjungan.

Adapun, dari empat titik kedatangan, 196.978 orang datang dari Bandara Kualanamu, 124 orang dari Pelabuhan Laut Belawan dan 3.428 orang melalui Pelabuhan Laut Tanjungbalai Asahan sepanjang Januari hingga November 2018.

Selain meningkatkan kunjungan wisman asal Malaysia sebagai kontributor terbesar, dia menyebut kuliner halal juga menjadi strategi untuk mendatangkan wisman asal Arab.

"Kami melihat Malaysia banyak yang muslim. Kami harapkan juga dari Arab akan masuk dengan kuliner halal," ujarnya.

Promosi kuliner halal ini dilakukan dengan cara membagi zona-zona kuliner. Dengan demikian, Sumatra Utara bisa lebih ramah pelancong muslim sehingga kunjungan wisatawan secara umum, meningkat.

Dia pun menyebut selain dari pemberian label dan pembuatan zonasi, harga yang lebih terjangkau juga bakal dipromosikan.

Dia menuturkan tingginya harga panganan di lokasi wisata menandakan warga di sekitar lokasi belum sadar potensi wisata di daerahnya.

"Tarif makanan yang naik ini mungkin tingkat sadar wisata di masyarakat belum menyeluruh," katanya.

Tag : wisatawan, sumut
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top