Ecotel Tourism Investasi Hotel Peti Kemas Rp17 Miliar di Karimun Riau

PT Ecotel Tourism Karimun membangun hotel senilai Rp17 miliar dengan kamar-kamar terbuat dari kontainer atau peti kemas di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Newswire | 19 November 2018 19:28 WIB
Ilustrasi. - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, Karium, KEPRI – PT Ecotel Tourism Karimun membangun hotel senilai Rp17 miliar dengan kamar-kamar terbuat dari kontainer atau peti kemas di Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Hotel bernuansa alami dan ramah lingkungan ini diresmikan operasionalnya oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Senin (19/11/2018).

"Kehadiran Hotel Ecotel ini memberikan nuansa baru dengan konsep yang berbeda dibandingkan hotel pada umumnya. Kita tentu berharap keberadaan hotel ini dapat mendorong kunjungan wisatawan," kata dia usai peresmian hotel tersebut.

Aunur Rafiq mengatakan, Hotel Ecotel yang dibangun investor Singapura itu membidik wisatawan mancanegara terutama dari Malaysia dan Singapura yang merindukan suasana alami dan tenang dari hiruk-pikuk kota besar.

"Pada hari peresmian ini saja sudah ada 30 wisatawan mancanegara yang menginap," katanya.

Kehadiran hotel ini, menurut dia, menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih sangat menjanjikan di tengah kelesuan perekonomian dalam tiga tahun terakhir.

"Pemilik hotel ini juga berencana akan membangun sebuah hotel, tak salah namanya Hotel Piramid. Kita tentu akan permudah perizinannya sehingga hotel ini bisa berdiri," ujarnya.

Sementara itu, pemilik atau "owner" Ecotel Hotel Ong Kim Seng mengatakan hotel ini sengaja didesain dengan konsep alami yang ramah lingkungan dengan 72 kamar yang menggunakan peti kemas atau kontainer, termasuk ruang pertemuan, restoran, kafe dan fasilitas lainnya.

"Tamu yang biasanya ingin suasana yang berbeda dan alami. Kita yakin hotel memiliki peminat tersendiri," kata dia didampingi Direktur PT Ecotel Tourisme Karimun Yayuk Nofrianti.

Yayuk Nofrianti menambahkan, hotel tersebut dibangun dengan biaya sekitar Rp17 miliar, termasuk untuk pengadaan lahan.

Hotel ini, menurut Yayuk, dibangun pada lahan yang dikelilingi hutan bakau. Setiap kamar dihubungkan dengan jembatan, dan terdiri dari tiga lantai.

"Kapasitas hotel ini sebanyak 800 orang, bahannya ramah lingkungan. Walau kamarnya dari kontainer tapi kita jamin tidak panas, tidak ada televisi karena kita ingin tamu jauh dari nuansa perkotaan," kata dia.

Dia juga optimistis hotel tersebut memiliki pangsa pasar sendiri, terutama wisatawan dari Singapura, Malaysia dan Tiongkok.

"Setidaknya tamu-tamu dari grup 'owner'," kata dia.

Sumber : Antara

Tag : hotel, karimun
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top