BI Sumut & BPODT Kembangkan Agrowisata di Desa Sigapiton

Bank Indonesia bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan pemerintah Kabupaten Toba Samosir sepakat mengembangkan sejumlah spot atraksi pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai upaya meningkatkan perekonomian daerah.
Ropesta Sitorus | 18 November 2018 18:54 WIB
Danau Toba - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, MEDAN – Bank Indonesia (BI) bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan pemerintah Kabupaten Toba Samosir sepakat mengembangkan sejumlah spot atraksi pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai upaya meningkatkan perekonomian daerah.

Pjs Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Hilman Trisnawan mengatakan rangkaian diskusi sepanjang Juli – September 2018 menunjukkan pengembangan pariwisata Danau Toba masih menghadapi hambatan dari sisi 3A yakni akses, atraksi dan amenitas.

Oleh karena itu, BI bersama pihak terkait mendorong penambahan spot atraksi wisata, antara lain Desa Sigapiton yang dikembangkan oleh kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut dan Desa Muara Sibandang yang dikembangkan oleh kantor perwakilan Bank Indonesia Sibolga.

“Pengembangan spot atraksi tersebut akan dititikberatkan pada kekuatan lokal setempat serta melibatkan partisipasi aktif warga, seperti Desa Sigapiton dengan basis pertanian dan Desa Muara dengan basis kerajinan ulos. Ke depan kami juga berkomitmen menambah pengembangan spot atraksi wisata lainnya di Kabupaten Samosir,” katanya.

Hal itu dikatakan Hilman di sela-sela penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bank Indonesia dengan BPODT dan BI dengan Pemkab Tobasa di Desa Sigapiton, akhir pekan lalu.

Potensi Desa

Adapun, potensi Desa Sigapiton akan dimaksimalkan sebagai destinasi wisata berbasis pertanian atau agrowisata untuk komoditas bawang merah.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman demplot bawang merah dengan luas lahan total 2,5 hektar yang terdiri dari 1 hektar untuk demplot percontohan dan 1,5 hektar di lahan masyarakat.

Program demplot tersebut bekerjasama dengan 2 gapoktan (gabungan kelompok tani) yakni Kelompok Tani Golat Sungsang dengan jumlah anggota 60 orang dan Kelompok Tani Golat Butar dengan jumlah anggota 62 anggota.

BI memberikan bantuan bibit bawang brebes sebanyak 2,5 ton yang terdiri dari 3 varietas yakni bauji, tajuk, dan super philip. Selain itu, kepada masing-masing kelompok tani juga diberikan bantuan berupa 1 buah motor roda 3 VIAR dan 1 hand tractor.

“Bank Indonesia merasa terpanggil untuk berkontribusi nyata mendukung sektor pariwisata ke depan melalui penguatan 3A dan 2P yakni promosi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha. Dalam hal ini BI wilayah Sumut diamanahkan untuk berkiprah dalam pengembangan Danau Toba,” tambahnya.

Pelatihan

Terkait penguatan promosi, BI bekerjasama dengan PT Hagatekno Mediata Indonesia melakukan pelatihan kepada pelaku industri pariwisata khususnya pelaku usaha, blogger, vlogger/ influencer serta seluruh pihak terkait untuk menciptakan konten kreatif melalui platform digital aplikasi Toba Smile.
Pelatihan akan diberikan kepada 400 orang peserta yang dibagi dalam tiga seri, yakni seri Tuktuk-Samosir, seri Balige dan seri Kota Medan.

Beberapa aktivitas lain yang dilakukan BI bersama empat perbankan yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA memberikan fasilitas mesin EDC kepada 20 merchant untuk mendorong peningkatan kualitas sistem pembayaran digital di area Danau Toba.

“Kami juga memfasilitas kegiatan kas keliling di Desa Sigapiton yang disertai dengan edukasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah sebagai upaya mendukung clean money policy,” papar Hilman.  

Sebagai informasi, jumlah wisatawan mancanegara ke Sumut sepanjang 2017 mencapai 261.000 kunjungan, tumbuh 11,8% secara year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tingkat ritel, terjadi peningkatan aktivitas wisatawan di Sumut yang tercermin dari kenaikan transaksi penjualan oleh money changer berizin di Sumut dari Rp1,1 miliar pada 2016 menjadi Rp1,3 miliar pada 2017, tumbuh 17% (yoy).  Meski pertumbuhan kunjungan wisman ke Sumut pada 2017 lebih tinggi dibandingkan unggul dibandingkan destinasi lain seperti Mandalika dan Labuan Bajo, durasi tinggal dan nilai belanja wisman di Sumut masih di bawah rata-rata nasional, yaitu 6,01 hari sedangkan nasional 8,53 hari.

“Hal ini mengindikasikan perlunya upaya agar wisatawan menjadi lebih betah,” paparnya.

Majukan Danau Toba

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Regional I Bank Indonesia Suhaedi berharap kerja sama tersebut dapat memajukan pariwisata Danau Toba yang ditetapkan sebagai destinasi wisata prioritas nasional untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisman ke Indonesia pada 2019 dan 25 juta wisman pada 2025.

“Implementasi kerja sama ini harap difokuskan pada tiga elemen utama pertumbuhan ekonomi yakni penguatan modal fisik melalui akselerasi pembangunan infrastruktur, penguatan modal manusia serta peningkatan produktivitas,” kata Suhaedi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumut Sabrina menyatakan pengelolaan ekonomi Sumut tidak mudah karena sangat bergantung pada komoditas CPO dan karet yang rentan dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global.

Sumut perlu melakukan berbagai langkah untuk diversifikasi pertumbuhan ekonomi demi menjaga stabilitas. Di sisi lain, kontribusi sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan baru masih cenderung terbatas.

“Pangsa sektor pariwisata masih belum optimal yakni 7-10% terhadap PDRB Sumut. Kami sepakat ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menjaddikan kawasan Danau Toba diburu pengunjung. Dari sisi faktor penarik, Danau Toba memiliki keindahan alam dan kesukuan tapi atraksinya masih terbatas, sedangkan dari sisi faktor pendorong, diperlukan pengemasan  yang menarik sehingga dapat memenuhi ragam keinginan dari wisatawan,” paparnya.

Sabrina menuturkan Pemprov Sumut memiliki komitmen untuk mendorong akses dan konektivitas ke Danau Toba. Dia juga mendorong masyarakat setempat untuk semakin agresif menangkap peluang usaha untuk mengembangkan fasilitas pendukung seperti rumah makan halal, toko souvenir, kafe dan lain-lain.

Tag : bank indonesia, danau toba, tapanuli utara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top