Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anomali Cuaca, Produksi Kebun Karet Sumut Diprediksi Anjlok Hingga 40%

Produksi kebun karet di Sumatra Utara diprediksi akan mengalami penurunan sekitar 30%-40% hingga Juni 2018.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 30 April 2018  |  06:35 WIB
Pekerja menyadap pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (20/3). - Antara/Abriawan Abhe
Pekerja menyadap pohon karet di kawasan perkebunan kebun karet Jawi jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Senin (20/3). - Antara/Abriawan Abhe

Bisnis.com, MEDAN — Produksi kebun karet di Sumatra Utara diprediksi akan mengalami penurunan sekitar 30%-40% hingga Juni 2018.

Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Edy Irwansyah menyebutkan gangguan produksi karet di perkebunan ini disebabkan terjadinya gugur daun kedua pada 2018.

“Telah dilaporkan dari beberapa sentra kebun karet di Sumatra Utara, terjadi gugur daun kedua pada 2018,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/4/2018).

Menurut Edy, gugur daun kedua ini di antaranya terjadi di Labuhan Batu, Asahan, dan Simalungun. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa gugur daun pertama yang terjadi pada awal 2018 merupakan siklus tahunan yang terjadi secara alami karena mekanisme adaptasi tanaman dengan kondisi lingkungan yang memasuki musim kemarau.

Namun, gugur daun kedua yang terjadi sejak awal April hingga saat ini diduga merupakan pengaruh dari anomali cuaca di mana curah hujan secara tiba-tiba menjadi tinggi. Hal ini kemudian merangsang pertumbuhan jamur.

“Daun yang gugur bukan daun tua seperti pada awal 2018, tapi pada pucuk daun dan daun muda yang disebabkan oleh sejenis jamur,” tambah Edy.

Kendati demikian, pihaknya masih belum bisa menggambarkan sejauh apa kondisi ini akan berdampak pada pabrik karet. Pasalnya, kalaupun terjadi kekurangan pasokan dari kebun, pabrik masih bisa tetap beroperasi dengan mengandalkan pasokan dari provinsi lain meskipun akan ada konsekuensi berupa harga yang lebih mahal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top