Batam Mulai Pacu Industri Pariwisata

Batam mulai serius mengelola sektor pariwisata untuk menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi.
Sarma Haratua Siregar | 20 Februari 2018 20:39 WIB

Bisnis.com, BATAM – Batam mulai serius mengelola sektor pariwisata untuk menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah pemangku kepentingan di Batam sepakat, kota industri ini tak bisa terus menerus bergantung hanya pada industri manufaktur.

“Parisiwata adalah cara yang bisa kita lakukan dalam jangka pendek untuk memberikan optimisme dan menggerakan ekonomi,” ujar Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

Industri Perkapalan, Industri Penunjang Perminyakan & Gas, Industri Elektronik yang selama ini menjadi Sektor Pendukung Perekonomian Batam tidak lagi menjadi sumber penopang utama pertumbuhan ekonomi, diakibatkan krisis keuangan global.

Pariwisata disebut sebagai Opsi untuk peningkatan sumber perekonomian Batam. Krisis global dunia tak terlalu jauh mempengaruhi kunjungan Wisman ke Batam. Dari data yang dikeluarkan BPS Kepri, tahun 2015 kunjungan Wisman ke Batam mencapai 1,545 juta. Turun menjadi 1,432 juta di 2016 dan naik lagi menjadi 1,504 juta di 2017.

Kunjungan Wisman termasuk yang terbesar ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. Namun kontribusinya terhadap PDRB Kota ini belum cukup signifikan. Dari catatan Dinas Pariwisata Kota Batam, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRD hanya 2,34 persen. Kontribusi paling dominan masih dipegang oleh sektor indusstri pengolahan yang mencapai 55,46 persen.

Peringkat kedua penyumbang PDRB Kota Batam diberikan oleh sektor konstruksi yakni 19,47 persen. Perdagangan besar dan eceran sekitar 6,24 persen. Transportasi dan pergudangan 3,58 persen, jasa keuangan dan asuransi sekitar 3,5 persen.

BP Batam tengah menyiapkan upaya-upaya untuk mendorong sektor pariwisata menjadi sektor unggulan baru. Dalam pandangan Lukita, paling tidak Batam perlu membenahi atraksi, destinasi dan event-event.

Terkait Destinasi, rencananya lembaga non struktural ini akan membangun destinasi-destinasi wisata baru dalam dua tahun mendatang. Sudah ada investor yang tertarik bekerjasama untuk membangun destinasi baru di Batam, terutama yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

“Kita akan bangun destinasi, dari yang sederhana sampai yang triliunan,” jelasnya.

Selain mengembangkan destinasi, BP Batam juga tengah gncar-gencarnya menghelat event-event bertaraf Internasional. Kedepan BP Batam akan terus menggarap event-event kreatif yang mampu menyerap atensi Wisman. Setidaknya ada satu event yang akan dihelat BP Batam bekerjasama dengan pihak ketiga dalam satu bulan.

“Banyuwangi saja bisa maju karena ada 70 event dalam satu tahun. Batam tentu bisa, karena akses dan kedekatannya yang jadi modal kuat,” jelasnya.

Salah satu langkah besar yang diambil BP Batam adalah membentuk biro khusus pariwisata. Selama ini, belum ada satu organ BP Batam yang khusus mengurusi sektor pariwisata. Padahal sektor ini merupakan salah satu core bussiness lembaga pemegang otoritas kawasan FTZ ini.

“Sekarang tinggal menunggu dari kementerian PAN-RB,” tuturnya.

Pemko Batam ternyata sudah lebih dulu memberikan perhatian khusus kepada sektor pariwisata. Pemko Batam dibawha komando Walikota Rudi dan wakilnya Amsakar Ahmad terus menggesa pembangunan dan pengesahan infrastruktur untuk menunjang sektor pariwisata.

Pusat wisata belanja seperti Nagoya tampaknya mendapat perhatian khusus. Pemko Batam terus melakukan peningkatan jalan di kawasan tersebut. Pembenahan juga terus digesa untuk meningkatkan kenyamanan Wisman yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad mengatakan, upaya yang dilakukan telah memberikan dampak positif. Geliat pariwista MICE kota industri ini kembali bergairah. Di awal tahun 108 sudah ada sejumlah event yang dihadiri ribuan orang dihelat di Batam.

“Misalnya event PGRI, ada lima ribu orang hadir di Batam mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya. Dia mengatakan, akan ada event-event MICE lain yang diagendakan di Batam.

Dia percaya event wisata MICE di Batam mampu menggenjot pertumbuhan. Akan banyak sektor usaha yang mendapat manfaat positif dari meningkatkan sektor pariwista MICE kota Batam.

“Mereka akan meninggalkan costnya di Batam. Juga akan menghuni sejumlah hotel yang ada. Pasti berkontribusi pada APBD. Ada 10 persen kontribusi dari hotel dan restoran. Ditambah belanja-belanja lainnya,” tuturnya.

Tag : Sky House BSD, Sky House BSD
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top