BP Batam Gandeng Korsel Olah Limbah Jadi Air Baku

Oleh: Sarma Haratua 30 Juni 2018 | 02:02 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, BATAM – BP Batam berharap Korea Selatan mau meningkatkan kerjasama proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Batam. Rencananya IPAL Batam akan ditingkatkan dari Waste Water menjadi Recycle Water.

“Kami minta agar proyek ini ditingkatkan hingga menjadi daur ulang air bersih. Tentu saja dengan skema kerjasama yang baru kedepannya,” ujar Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam Binsar Tambunan, Jumat (29/6).

Permintaan ini disampaikan kepada Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom saat mengunjungi proyek pembangunan IPAL Batam yang dibangun melalui kerjasama antar pemerintah melalui pinjaman soft loan dari Korea Selatan.

Korea Selatan memberikan soft loan kepada Indonesia melalui BP Batam sebesar USD 50 Juta untuk membangun IPAL tahap pertama di Batam dengan kapasitas 230 liter/ detik. Namun air yang dihasilkan hanya akan dibuang ke laut.

Dengan meningkatkan kapasitas IPAL menjadi Recylce Water, volume air yang dihasilkan oleh IPAL bisa dimanfaatkan. Air yang dikelola bisa dimasukan ke reservoar, kemudian bisa dimanfaatkan kembali oleh industri.

“Sayang untuk dibuang ke laut. Air yang di daur ulang nantinya akan memnuhi kebutuhan industri, seperti yang diterapkan di Singapura,” tuturnya.

Progres pembangunan IPAL yang bekerjasama dengan kontraktor Hansol asal Korsel dan pendanaan pinjaman lunak dari pemerintah Korsel saat ini telah mencapai progres 15 % dengan pemasangan pipa telah mencapai 25 km dari 114 km.

"realisai pembangunan IPAL dari Agustus tahun lalu hingga Mei 2018 sudah 15 % sesuai terget dengan pekerjaan meliputi perekrutan subcon, pembuatan shop drawing, koordinasi dengan berbagai stakeholder, sosialisasi hingga pengiriman dan pemasangan pipa," ungkapnya.

Menurutnya dukungan pemerintah Korsel dan penggunaan teknologi dan konstruksi jaringan pipa yang dikerjakan langsung tenaga ahli dari Korea Selatan sangat baik dan diperlukan untuk mengatasi kebutuhan air baku bagi masyarakat Batam.

Sementara itu Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom mengaku, pihaknya akan mempertimbangkan peningkatan kerjasama tersebut. Namun saat ini negeri Gingseng akan fokus kepada pembangunan IPAL hasil kerjasama antar pemerintah kedua negara.

“Ide ini sudah disampaikan. Tapi yang menjadi point penting sekarang adalah menyelesaikan proyek yang sudah berjalan,” ujarnya.

Dia mengaku puas dengan progres kerjasama proyek pembangunan IPAL yang dikerjakan di Batam. Progresnya berjalan dengan baik. Dia menilai proyek ini sangat penting karena mendukung ekologi yang berkelanjutan di kota Batam.

“Korea sendiri sekaligus memperkenalkan teknologi baru dalam proyek ini. Kami berharap proyek ini jadi etalase dari teknologi terkini yang sesuai untuk diintegrasikan untuk Batam,” paparnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya