Djarot: Pemimpin Terpilih Harus Bisa Jadi Parhobas

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 27 Juni 2018 | 17:51 WIB
Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kedua kiri)-Musa Rajeckshah (kiri) disaksikan pasangan cagub-cawagub Sumut nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) menyampaikan program pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Medan, Sumatra Utara, Selasa (19/6). /Antara

Bisnis.com, MEDAN - Calon Gubernur Sumatra Utara dari paslon nomor 2 Djarot Saiful Hidayat berharap masyarakat Sumatra Utara bisa tetap bersatu terlepas dari hasil pemilihan kepala daerah yang mencapai puncaknya pada hari ini, Rabu (27/8/2019).

Siapa pun yang akan memimpin Sumatra Utara dalam 5 tahun ke depan, Djarot berharap biaa menjadi pengayom bagi masyarakat Sumatra Utara (Sumut) dengan menempatkan diri sebagai parhobas.

"Seorang pemimpin itu harus mengayomi semuanya. Seorang pemimpin itu pada dasarnya adalah pelayan, dia parhobas dan dia harus melayani semua warga negara tanpa terkecuali, tanpa ada diskriminasi," kata Djarot, Rabu (27/6/2018).

Untuk bisa menjadi parhobas, seorang pemimpin harus bisa menjalin kedekatan dengan masyarakat yang dipimpin agar bisa merasakan persoalan yang dihadapi oleh rakyatnya.

Terlepas dari hasil Pilkada, Djarot mengatakan akan secepatnya menjalin komunikasi dengan pihak Edy Rahmayadi dan Musa Rajeksha dan bersilaturhmi ke kediaman rivalnya di pemilihan gubernur Sumatra Utara kali ini.

"Besok Insya Allah kami akan kontak Pak Edy dan Pak Musa. Kami akan silaturahmi ke tempat beliau. Bagaimana pun juga Sumut harus kita bangun bareng-bareng, karena Sumut adalah provinsi yang tidak bisa dipisahkan dari NKRI dan kita terapkan betul Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," tambah Djarot.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya