Jembatan Ampera Alami Keretakan Pelat Lantai 6.000 Titik

Oleh: Dinda Wulandari 22 Mei 2018 | 11:56 WIB
Warga berada di kolong Jembatan Ampera./Bisnis-Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Jembatan Ampera Kota Palembang mengalami keretakan pada bagian pelat lantai sebanyak 6.000 titik yang disebabkan faktor usia dan beban yang ditahan ikon Kota Palembang tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen Jembatan Metropolitan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V, Suwarno,mengatakan keretakan tersebut sudah terjadi sejak dua tahun terakhir.

“Kami akan ambil langkah cepat untuk perbaikan, sekarang kami telah mendata ada sekitar 6.000 titik di pelat lantai jembatan yang retak,” katanya, Senin (21/5/2018).

Suwarno memastikan keretakan pada bagian pelat lantai jembatan ini tidak menimbulkan masalah bagi struktur jembatan. Sebab, hingga saat ini pihaknya mengklaim struktur jembatan masih sangat kuat.

Hanya saja, kata dia, jika tidak segera diperbaiki maka pelat lantai jembatan bisa jebol dan akan membutuhkan biaya yang lebih besar untuk perbaikannya.

Suwarno mengemukakan pihaknya akan melakukan perbaikan berupa proses injeksi anti gravitasi dibagian pelat lantai jembatan.

Proses injeksi tersebut, kata dia, dilakukan dengan penyuntikan semen khusus pelat jembatan dari bagian bawah jembatan. Namun demikian, BBPJN Wilayah V tidak bisa melakukan perbaikan sekarang melainkan setelah Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada Agustus nanti.

Pasalnya, perbaikan pelat lantai jembatanitu memakan waktu sekitar 3 bulan dan bakal menelan biaya yang cukup besar, yakni sekitar Rp8 miliar.

“Saat ini kami masih fokus pada perbaikan dan pembenahan bagian atas jembatan Ampera,” katanya.

Untuk anggaran perbaikan, Suwarno mengemukakan, pihaknya mendapat alokasi anggaran perbaikan jembatan Ampera sekitar Rp17 miliar, di mana sudah termasuk perbaikan di atas dan bawah jembatan.

Dia menerangkan, perbaikan jembatan memang dilakukan per 4 tahun sekali. Pada 2014 lalu terdata ada sekitar 24.000 titik di pelat lantai jembatan Ampera yang retak. Namun sudah diperbaiki. Begitupun pada 2010 lalu, dimana terjadi keretakan pada pelat lantai jembatan karena pernah ada kebakaran di Kelurahan 10 Ulu Palembang.

Sementara itu, Manager Proyek Lapangan Jembatan Ampera, Muhammad Toyib Anwar menerangkan, selain pengerjaan trotoar juga dilakukan penambahan ketinggian pagar jembatan. Yang semula hanya 0,8 meter menjadi 1,2 meter atau bertambah 0,4 meter.

"Kita saat ini juga tengah melakukan pengecatan di bagian atas jembatan, utamanya di dua menara pylon," ungkapnya.

Dia menerangkan, kendala yang dihadapi bukan hanya cuaca dimana musim hujan masih berlangsung saat ini. Melainkan juga karena sulitnya memasukkan material ke lokasi pengerjaan perbaikan di atas jembatan.

“Lalu lintas di atas jembatan Ampera cukup padat sehingga material sulit masuk. Sebab menyebabkan kemacetan panjang di atas jembatan ini,” katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya