BEI Dorong RS Sari Mutiara Medan Melantai di Bursa

Oleh: Juli Etha Ramaida Manalu 26 April 2018 | 19:57 WIB
BEI Dorong RS Sari Mutiara Medan Melantai di Bursa
RSU Sari Mutiara/sari-mutiara.ac.id

Bisnis.com, MEDAN — Bursa Efek Indonesia mendorong agar Rumah Sakit Sari Mutiara yang berlokasi di Jalan Kapten Muslim, Medan, Sumatra Utara bisa segera mengikuti jejak dua perusahaan lain yang segera melantai di bursa tahun ini.

Seperti diketahui, tahun ini ada dua perusahaan asal Sumatra yang hendak melantai yakni Rumah Sakit Royal Prima dan Mahkota Group.

“Bursa masih menunggu dokumen dari Sari Mutiara,” kata Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan, usai meresmikan pembukaan galeri investasi BEI di rumah sakit tersebut, Kamis (26/4/2018).

Nicky menjelaskan, untuk bisa go public, perusahaan hanya perlu memiliki aktiva berwujud bersih setidaknya Rp5 miliar. Dia juga menyebutkan bahwa rumah sakit merupakan salah satu perusahaan yang memiliki potensi besar untuk bisa masuk bursa.

“Kalau bicara secara aset dan lain-lain, mau jadi perusahaan go public kan sekarang cukup dengan aktiva berwujud bersih Rp5 miliar pun sudah bisa go public di papan pengembangan, papan utama itu Rp100 miliar dan saya yakin Sari Mutiara pasti nilainya di atas itu,” jelas Nicky.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Sari Mutiara yang menaungi Rumah Sakit Sari Mutiara, Parlindungan Purba menyebut pihaknya memang telah berencana untuk segera melantai dalam waktu paling lama 5 tahun ke depan.

“Saya berencana kalau boleh paling lama 5 tahun ini, paling lama,” katanya.

Royal Prima dan Mahkota Group

Di sisi lain, Rumah Sakit Royal Prima diketahui akan segera menawarkan 47,71% sahamnya atau sebanyak 2 miliar lembar dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Hal ini terungkap dalam public expose yang dilaksanakan, Kamis (26/4/2018).

Dana yang diperoleh rencananya akan digunakan untuk mengakuisisi rumah sakit baru, pembelian peralatan medis, dan peningkatan infrastruktur peralatan teknologi informasi.

“Rencana akuisisi rumah sakit baru lokasinya berada di daerah Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, dan daerah lain yang potensial,” kata Direktur Royal Prima Mok Siu Pen dalam keterangan tertulis. dikutip Kamis (26/4/2018).

Sementara itu, perusahaan pengolahan kelapa sawit asal Sumatra Utara PT Mahkota Group diketahui telah menyampaikan sejumlah persyaratan terkait rencana penawaran saham perdananya.

“Mahkota [group] saya rasa mereka sudah menjadwalkan Juni untuk go public,” kata Nicky.

Menurut Nicky, seluruh persyaratan yang diserahkan akan segera dievaluasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga BEI. Proses ini, menurutnya akan memakan waktu maksimal 30 hari jika evaluasi oleh OJK dan Bursa dilakukan secara paralel.

“Setelah ditelaah sudah memenuhi syarat, itu kan ada dua tahapan artinya bisa lakukan paralel dengan bursa dan OJK. Kalau dari OJK juga mengeluarkan pernyataan efektif untuk dokumen yang dimasukkan, otomatis tinggal menunggu hari,” katanya.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya