Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tekan Kasus DBD, Ini Upaya Pemkot Pekanbaru

Pemkot Pekanbaru melalui Puskesmas Sidomulyo telah melakukan sejumlah upaya guna menekan penyebaran kasus DBD di wilayah tersebut.
Vaksin DBD/lancet
Vaksin DBD/lancet

Bisnis.com, PEKANBARU -- Sepanjang awal 2024 Kota Pekanbaru menduduki peringkat pertama angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Riau, yaitu terhitung mencapai 67 kasus.

Dinas Kesehatan meminta Puskesmas untuk melakukan sosialisasi pencegahan DBD sehingga kasus ini bisa ditekan pertumbuhannya.

Pemkot Pekanbaru melalui Puskesmas Sidomulyo telah melakukan sejumlah upaya guna menekan penyebaran kasus DBD di wilayah tersebut.

Kepala Puskesmas Sidomulyo Gina Novi Carina menyebutkan pihaknya juga mengajak keterlibatan aparatur setempat seperti dari kelurahan.

“Jadi kami sudah mengupayakan juga ajak para lurah untuk menyampaikan kepada masyarakat, agar paling tidak harus ada gotong royong mencegah terjadinya kasus DBD, karena DBD itu kalau di daerah Sidomulyo Barat ini sudah endemik setiap tahun berulang-ulang bakalan ada, jadi memang harus dilakukannya bersih-bersih semuanya,” ujarnya, Rabu (13/3/2024).

Selain itu pihaknya juga telah kerap menyampaikan sejumlah langkah antisipasi kepada masyarakat, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah DBD dari diri sendiri.

Kemudian melakukan 3M sesuai dengan anjurannya, yaitu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air.

Bila ada pasien yang datang untuk berobat DBD, pihaknya juga melakukan sejumlah langkah antisipasi kedepan.

“Kalau dari Puskesmas jika pasien positif DBD ada bukti kalau dia dirawat di Rumah Sakit, nanti akan dilakukan fogging. Namun kembali lagi yang utama, solusinya yaitu menjaga kebersihan lingkungan sendiri,” ungkapnya.

Beberapa kendala yang kerap dijumpai puskesmas diantaranya warga yang tidak peduli dan tidak menghiraukan imbauan dan ajakan seperti telah disampaikan oleh pihaknya.

“Bagaimanapun kesehatan itu dari diri sendiri yang menjaganya, karena Puskesmas kan sifatnya hanya memberikan penyuluhan mengedukasi masyarakat, bagaimana sih hidup bersih dan sehat itu, ada beberapa masyarakat yang belum memahami sosialisasi kita itu,” pungkasnya.

(Niki Aulia Sandi)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper