Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tanpa Intervensi, Bahan Pokok di Sumut Ini Akan Tetap Mahal Selama Ramadan

Ekonom berpendapat ada sejumlah bahan pangan yang hampir mustahil alami penurunan harga selama Ramadan jika nihil intervensi dari pemerintah.
Foto dokumen. Pedagang menata beras./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.
Foto dokumen. Pedagang menata beras./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, MEDAN - Ekonom dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) Gunawan Benjamin berpendapat ada sejumlah bahan pangan yang hampir mustahil alami penurunan harga selama Ramadan jika nihil intervensi dari pemerintah.

Komoditas tersebut antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, termasuk daging ayam dan telur ayam ras yang belakangan melonjak seiring naiknya harga pakan ternak.

Gunawan menyebut, dari analisisnya harga beras akan cenderung bertahan di level saat ini.

Sebagaimana tertera di laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, harga rata-rata beras di pasar tradisional di Sumatra Utara berkisar Rp14.000-Rp14.500 per kg untuk kualitas medium, dan Rp14.500-15.250 per kg untuk kualitas super.

Ia menilai, kehadiran Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras masih akan sangat bergantung dari seberapa banyak cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog yang siap digelontorkan ke pasar.

"Jika CBP masih dalam posisi yang sama, mustahil bisa menekan harga beras mengingat musim panen di Februari nyatanya tidak membuat harga beras turun serentak," kata Gunawan di Medan, Selasa (12/3/2024).

Dugaan yang sama juga menimpa minyak goreng curah. Harga komoditas ini, terang Gunawan, diperkirakan masih akan bertahan di rentang Rp16.000-Rp17.000 per kg selama Ramadan.

Harga minyak goreng yang bertahan mahal ini, lanjutnya, selain dipicu oleh kenaikan konsumsi juga karena naiknya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia.

Sementara gula pasir hingga saat ini diketahui masih menghadapi permasalahan baik dari sisi produksi maupun distribusi.

"Harga gula pasir masih diselimuti masalah pasokan dari India karena larangan ekspor. Ditambah lagi kabar dari banyak sumber mengenai produksi gula Thailand yang mencapai titik terendah dalam 12 hingga 13 tahun terakhir. Dimana produksinya diperkirakan anjlok 32% pada musim 2023/2024," terang Gunawan.

Kondisi itu ditengarai akan semakin sulit menggoyang harga gula pasir di pasaran. Apalagi, lanjut Gunawan, jika produksi gula tanah air juga bernasib sama dengan produksi di negara lain.

Saat ini, harga jual gula pasir lokal di pasar tradisional berkisar Rp18.000-an per kg. Sedangkan gula pasir premium di rentang Rp18.000-Rp19.000 per kg.

Adapun harga daging ayam diprediksi Gunawan sulit untuk turun di bawah Rp35.000 per kg lantaran belum kembali stabilnya biaya input produksi, kenaikan harga pakan, hingga konsumsi masyarakat yang menurun yang memaksa pengendalian pasokan ayam indukan oleh peternak.

Kenaikan harga pakan juga berdampak pada perubahan harga telur ayam yang saat ini menyentuh Rp30.000-an per kg.

Meski diproyeksi akan stabil, Gunawan menilai kemungkinan harga telur ayam untuk turun masih kecil. Ini dikarenakan harga pakan yang mahal, walaupun dari sisi pasokan telur diproyeksikan akan mengalami peningkatan.

"Jika tanpa dibarengi dengan intervensi oleh pemerintah, dan jika harga yang terbentuk sepenuhnya mengacu kepada pasar, maka hampir mustahil sejumlah kebutuhan tadi akan turun harganya," tutupnya. (K68)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Delfi Rismayeti
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper