Melambat, Ekonomi Sumsel Triwulan IV/2023 Tak Mencapai 5%

Perekonomian Sumatra Selatan pada triwulan IV/2023 tumbuh di angka 4,94% secara year on year (yoy), sedikit melambat dari capaian triwulan III/2023.
Aktivitas tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. - Bisnis/Husnul Iga Puspita
Aktivitas tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. - Bisnis/Husnul Iga Puspita

Bisnis.com, PALEMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Sumatra Selatan pada triwulan IV/2023 tumbuh di angka 4,94% secara year on year (yoy), sedikit melambat dari capaian triwulan III/2023. 

Kepala BPS Provinsi Sumsel Moh Wahyu Yulianto menerangkan ekonomi Bumi Sriwijaya berdasarkan Produk Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp157,94 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp90,98 triliun. 

“Sehingga pertumbuhan ekonomi Sumsel di triwulan IV/2023 secara yoy tumbuh 4,94%, atau mengalami kontraksi dibandingkan triwulan III/2023 sebesar -1,90%,” ungkapnya, Senin (5/2/2024). 

Menurut lapangan usaha, distribusi dan pertumbuhan PDRB Sumsel ditopang oleh 17 sektor dimana 15 sektor mengalami pertumbuhan dan dua lainnya yaitu administrasi pemerintah serta jasa kesehatan terkontraksi masing-masing sebesar -0,02% dan -0,26%. 

Wahyu menjelaskan, pertumbuhan tertinggi menurut lapangan usaha disumbangkan oleh sektor akomodasi makan dan minum sebesar 13,56%, kemudian jasa keuangan 8,41% dan sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 7,66%. 

Sedangkan untuk sektor yang memberikan kontribusi [share] terbesar yaitu pertambangan 25,24%, industri pengolahan 18,44%, serta perdagangan sebesar 13,89%. 

“Ketiga [sektor menurut lapangan usaha] itu sharenya mencakup 57,57%, artinya dengan menjaga ketiganya tumbuh cukup bagus tentu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara umum di Sumsel,” jelas dia. 

Dia menambahkan untuk sumber pertumbuhan tertinggi menurut lapangan usaha berasal dari pertambangan dan penggalian yakni sebesar 1,18%. 

“Jadi dari total pertumbuhan ekonomi 4,94%, pertambangan memiliki share 1,18%, kemudian industri pengolahan 0,93%, perdagangan 0,83% dan pertanian 0,29%,” bebernya. 

Di lain sisi, pertumbuhan PDRB menurut pengeluaran mencatatkan pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen impor luar negeri yang mengalami pertumbuhan sebesar 113,20% . 

“Untuk share tertinggi dari konsumsi rumah tangga dengan distribusi sebesar 62,18% dan pertumbuhan 4,84%,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper