Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Gas Melon di Batam Resmi Naik Jadi Rp21.000 Per Tabung

Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon untuk Batam mengalami kenaikan harga, mulai hari ini (22/12/2023).
Pekerja menyusun tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) di Jakarta, Senin (20/6/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Pekerja menyusun tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) di Jakarta, Senin (20/6/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, BATAM - Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon untuk Batam mengalami kenaikan harga, mulai hari ini (22/12/2023). Saat ini harga gas LPG 3 kg tersebut naik dari Rp18.000 per tabung menjadi Rp21.000 per tabung.

Selain Batam, harga gas melon di wilayah hinterland (pulau penyangga) 1 Batam juga naik dari Rp23.000 jadi Rp25.000 per tabung. Sedangkan di wilayah Hinterland 2 Batam nik dari Rp24.000 jadi Rp26.000 per tabung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Gustian Riau mengatakan kenaikan HET LPG ini merupakan usulan dari Hiswana Migas Kepri sejak November 2022.

"Saat itu belum ditindaklanjuti, karena masih baru dari Covid-19. Usulan itu baru ditindaklanjuti bersama Disperindag Batam Juli kemarin," katanya di Batam, Jumat (22/12/2023).

Kenaikan HET gas melon berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Batam Nomor 421 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas Tertentu Kota Batam yang di tandatangani pada tanggal 8 November 2023.

"Dasar kenaikan berdasarkan SK Walikota Batam yang sudah ditandangani sejak 8 November lalu. Namun untuk kenaikan baru efektif tanggal 22 Desember," tuturnya.

Adapun penyebab kenaikan gas melon yakni karena peningkatan biaya transportasi (harga BBM Solar menjadi Dexlite), kemudian kurs dolar Singapura, serta kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Batam.

"Harga yang ada saat ini merupakan HET dari 2014, jadi sudah 9 tahun belum ada penyesuaian," imbuhnya.

Sebelum kenaikan harga gas melon ini, Gustian mengakui pihaknya sudah melewati pembahasan panjang bersama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, lalu rapat internal bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Pihaknya juga menggunakan jasa Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk usulan kenaikan ini.

Kenaikan harga gas melon ini mendapat respon negatif dari kalangan buruh. Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Yafet Ramon mengatakan kenaikan tersebut merupakan kado pahit bagi ibu rumah tangga (IRT) di Batam tepat pada perayaan Hari Ibu setiap 22 Desember.

"Tentu biaya untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan naik. Para pedagang yang menjual makan siap saji, penjual gorengan, bakso keliling dan sektor informal lainnya akan terdampak pada kenaikan gas ini," ungkapnya.

Kenaikan harga gas akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, yang berdampak meningkatnya inflasi di Batam.

"Oleh sebab itu kami serikat pekerja menolak keras kenaikan gas LPG 3 kg dan meminta pemerintah daerah segera membatalkannya," pungkasnya.(K65)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper