Sempat Turun, Ekspor dan Impor Sumbar hingga Oktober 2023 Naik Tipis

BPS mencatat ekspor dan impor di Provinsi Sumatra Barat mengalami kenaikan dibandingkan September-Oktober 2023 meski bulan-bulan sebelumnya terjadi penurunan.
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (6/7/2023). Bisnis-Muhammad Noli Hendra
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatra Barat, Kamis (6/7/2023). Bisnis-Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor dan impor di Provinsi Sumatra Barat mengalami kenaikan dibandingkan September - Oktober 2023 meski bulan-bulan sebelumnya terjadi penurunan.

Statistisi Ahli Madya BPS Sumbar Ilhamiwitri menjelaskan pihaknya mencatat untuk nilai ekspor asal Sumbar pada Oktober 2023 sebesar US$193,53 juta atau naik sebesar 4,07% dibandingkan dengan ekspor September 2023 yang sebesar US$185,95 juta. 

Sementara untuk impor, selama Oktober 2023 tercatat sebesar US$43,11 juta dan mengalami peningkatan sebesar 132,45% dibandingkan dengan impor September 2023 yang tercatat senilai US$18,54 juta.

"Kalau dilihat pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor asal Sumbar pada Oktober 2023 ini malah mengalami penurunan sebesar 29,45 %," katanya, Jumat (1/12/2023).

Ekspor asal Sumbar pada Oktober 2023 terjadi pada beberapa golongan barang, nilai terbesar adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$153,02 juta, diikuti golongan berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$8,12 juta, dan golongan bahan-bahan nabati (HS 14) sebesar US$6,87 juta. 

Bila dilihat peranan golongan barang terhadap total ekspor Januari-Oktober 2023 tercatat 80,12% merupakan ekspor dari golongan lemak dan minyak hewan/nabati, dan golongan karet dan barang dari karet memberikan peran sebesar 3,35%.

Dikatakannya pada Oktober 2023, komoditas yang paling banyak diekspor pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) adalah Liquid fractions of palm oil, refined oil, but not chemically modified, with iodine value 55 or more, but less than 60 (US$72,87 juta), Crude palm oil (US$38,40 juta), dan Refined palm oil (US$33,94 juta). 

Selanjutnya pada golongan berbagai produk kimia (HS 38) komoditas yang diekspor adalah Industrial monocarboxylic fatty acids, other than acid oils from refining, palm fatty acid distillate sebesar US$8,12 juta

"Ekspor asal Sumbar pada Oktober 2023 dikirim ke beberapa negara tujuan. Nilai ekspor terbesar pada Oktober 2023 adalah ke India sebesar US$57,65 juta, dan selanjutnya ke Pakistan sebesar US$43,52 juta," ujarnya.

Menurutnya ekspor asal Sumbar ke India memiliki peran yang terbesar terhadap total ekspor Sumbar pada Januari-Oktober 2023, yaitu sebesar 30,86%. 

Selanjutnya ekspor ke Pakistan memberikan peran sebesar 27,53% dan ekspor ke Bangladesh memberikan peran sebesar 10,39%.

Komoditas utama yang diekspor ke India pada Oktober 2023 adalah CPO. Sementara itu ke Pakistan komoditas utama yang diekspor pada bulan ini adalah refined palm oil.

Untuk peranan dan perkembangan eskpor ini, terlihat pada produk industri pengolahan mengalami peningkatan sebesar 3,10% dibandingkan bulan sebelumnya. 

"Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap total ekspor Sumbar periode Januari-Oktober 2023 sebesar 95,05%," jelasnya.

Ekspor senilai US$193,53 juta pada Oktober 2023 sebagian besar dimuat di pelabuhan muat yang ada di Sumbar. Ekspor asal Sumbar melalui pelabuhan muat di Sumbar ini mengalami peningkatan sebesar 3,62% dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu untuk impor, nilai impor yang tercatat di KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai) Sumbar selama Oktober 2023 sebesar US$43,11 juta, mengalami peningkatan sebesar 132,45% dibandingkan dengan impor September 2023 yang tercatat senilai US$18,54 juta. 

Dia menyampaiakn jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya nilai impor pada Oktober 2023 turun 16,58 persen. Dari beberapa golongan barang, impor pada Oktober 2023 yang terbesar adalah golongan bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$34,26 juta. 

Golongan bahan bakar mineral (HS 27) yang diimpor sebagian besar adalah golongan Motor spirit, unleaded, of RON 90 and above but below RON 97, unblended. Impor bahan bakar mineral mendominasi impor Sumatera Barat pada Januari-Oktober 2023, yaitu 72,90%.

Dari total impor pada Oktober 2023 terlihat impor terbesar berasal dari Malaysia senilai US$22,87 juta. Impor dari Malaysia ini didominasi oleh golongan bahan bakar mineral (HS 27), yaitu Motor spirit, unleaded, of RON 90 and above but below RON 97, unblended.

 Secara kumulatif, impor Sumbar pada Januari-Oktober 2023 didominasi asal Singapura, yaitu 48,26 persen dari total impor."Malaysia dan Singapura menjadi negara dominan impor ke Sumbar," tegasnya.

BPS merinci untuk impor pada Oktober 2023 senilai US$43,11 juta, sebagian besar merupakan golongan bahan baku/penolong. Impor golongan bahan baku/penolong ini mengalami peningkatan sebesar 105,25 % dibanding dengan bulan sebelumnya.Impor pada Oktober 2023 senilai US$43,11 juta sebagian besar melalui pelabuhan bongkar Teluk Bayur.

Impor melalui pelabuhan bongkar Teluk Bayur ini mengalami peningkatan 132,34 persen dibanding bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper