Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Deflasi 0,18 Persen, Sumut Diminta Waspada Gelombang Inflasi Tinggi

Di Sumut, pada bulan April 2023 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen mtm dan 4,16 persen yoy.
Ilustrasi/Bisnis
Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, MEDAN - Setelah dicabutnya peraturan pembatasan oleh pemerintah, Ramadan dan Lebaran 2023 menjadi kali pertama perayaan keagamaan umat Muslim tanpa adanya aturan yang membatasi mobilitas masyarakat. 

Ekspektasinya, perekonomian dapat bergeliat dan lebih hidup jika dibandingkan dengan masa pandemi yang serba terbatas baik dari sisi perekonomian maupun pergerakan.

Terkhusus di Sumatra Utara (Sumut), berdasarkan pengamatan Bisnis selama periode Ramadan dan Lebaran, harga beberapa komoditas justru mengalami penurunan seperti daging ayam ras, dan cabai merah.

Jika melihat data yang dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia secara keseluruhan mengalami inflasi sebesar 0,33 persen month to month (mtm) per April dan 4,33 persen year on year (yoy). Sementara di Sumut, pada bulan April 2023 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen mtm dan 4,16 persen yoy.

Kepala BPS Sumut Nurul Hasanuddin mengatakan angka inflasi di Sumut masih cukup terkendali khususnya terkait komoditas bahan makanan, minuman dan tembakau, dengan tingkat inflasi sebesar -1,01 persen dan andilnya terhadap inflasi sebesar -0,33 persen mtm.

"Namun perlu diperhatikan, dari pergerakan trennya, kita melihat di bulan Mei 2022 yang lalu, analisis musimannya ya, ada potensi peningkatan di Mei 2022 maupun Juni 2022 yang cukup tinggi. Oleh karena itu deflasi tidak membuat kita terlena dan membuat kita bersiap," ujarnya kepada wartawan pada Selasa (2/5).

Ada beberapa komoditas penyumbang inflasi di Sumut antara lain jeruk 0,05 persen, beras 0,03 persen, emas 0,03 persen, rokok 0,02 persen, dan angkutan antar kota angkutan udara 0,02 persen.

Kemudian komoditas yang tercatat sebagai penyeimbang ataupun atau menyumbang angka deflasi adalah cabai merah -0,19 persen, tomat -0,10 persen, ikan tongkol -0,06 persen, bawang merah -0,04 persen, dan daging ayam ras -0,04 persen.

Pada April 2023, dari 5 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) semua daerah terdata mengalami deflasi kecuali di Kota Sibolga, dengan angka inflasi 0,27% mtm.

Di sisi lain, pengamat ekonomi Bank Indonesia Sumut Gunawan Benjamin menjelaskan adanya deflasi selama 3 bulan berturut-turut ini bukanlah suatu kabar baik bagi perekonomian Sumut. 

Diketahui pada Februari dan Maret 2023, Sumut mencatatkan angka deflasi sebesar -0,31 persen mtm. Dan Gunawan berpendapat deflasi yang terjadi mengindikasikan turunnya daya beli masyarakat di Sumut. Padahal, menurutnya selama periode Ramadan ataupun Lebaran, trennya adalah adanya peningkatan harga.

"Jadi memang deflasi ini tuh setelah kita melakukan studi, itu banyak kita temukan bahwasanya terjadi penurunan belanja masyarakat. Nah ini yang perlu diwaspadain," sambung Gunawan.

Ia pun menyebut alasan dibalik perlunya hal tersebut diwaspadai adalah karena akan adanya potensi inflasi yang diprediksikannya cukup menekan. Hal ini hampir senada dengan yang disampaikan oleh Nurul Hasanuddin dalam keterangan sebelumnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ade Nurhaliza
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper