Gandeng Penasihat Ahli Kapolri, Pemkab Muba Bahas Dampak Tambang Ilegal

Persoalan tambang ilegal atau ilegal drilling di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diharapkan segera ada solusi nyata.
Bupati Kabupaten Musi Banyuasin, Apriyadi membahas tambang ilegal bersama Penasihat Ahli Kapolri/ Humas Muba.
Bupati Kabupaten Musi Banyuasin, Apriyadi membahas tambang ilegal bersama Penasihat Ahli Kapolri/ Humas Muba.

Bisnis.com, PALEMBANG - Persoalan tambang ilegal atau ilegal drilling di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diharapkan segera ada solusi nyata dari pihak terkait. 

Masalah lingkungan hingga keselamatan hidup manusia, dalam hal ini para penambang, menjadi hal penting yang selalu digencarkan Bupati Muba Apriyadi Mahmud. 

"Kerusakan lingkungan dampak dari ilegal drilling serta keselamatan hidup para penambang di Muba ke depan ini yang harus kita pikirkan dan diberikan  solusi nyata," ungkap Apriyadi, dikutip, Minggu (12/3/2023). 

Dia mengatakan akan selalu terbuka menerima banyak masukan dari berbagai pihak untuk memaksimalkan penanganan serta mencari solusi dampak dari ilegal drilling, termasuk dalam kesempatan kali ini berdiskusi dengan Penasihat Ahli Kapolri, Nur Kholis yang juga Mantan Direktur Walhi Sumsel. 

"Tata kelola sudah kami siapkan agar ke depan lingkungan di Muba lebih terjaga, dan hari ini berdiskusi serta tukar pikiran dengan Nur Kholis yang dahulu pernah menjabat Ketua Komnas HAM dan Direktur Walhi Sumsel, beliau juga warga Kabupaten Muba dari Sungai Lilin," ucapnya. 

Sementara itu, Penasihat Ahli Kapolri, Nur Kholis mengaku sangat perihatin dengan kondisi saat ini dampak dari ilegal drilling di Muba. 

"Terutama persoalan lingkungan dan ancaman keselamatan jiwa para penambang yang kerap kali menimbulkan korban," ungkap dia. 

Ia mengaku, banyak hal yang menjadi perbincangan dia dengan Bupati Apriyadi Mahmud, yang tentunya berharap daerah asal Kabupaten Muba tercinta dapat lebih baik dan berbenah dari berbagai persoalan. 

"Semoga diskusi kami ini nantinya dapat menghasilkan manfaat untuk masyarakat Muba," pungkasnya. (K64)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper