Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Produktivitas Petani Jagung di Karo Meningkat Hampir 50 Persen Berkat Program Makmur

Petani jagung di Desa Limang, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, panen perdana hasil Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat).
Ade Nurhaliza
Ade Nurhaliza - Bisnis.com 12 Januari 2023  |  21:40 WIB
Produktivitas Petani Jagung di Karo Meningkat Hampir 50 Persen Berkat Program Makmur
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Petani jagung di Desa Limang, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, panen perdana hasil Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat) yang diinisiasi Menteri BUMN Erick Thohir.

Berdasarkan data, hasil panen perdana jagung mengalami peningkatan mencapai 10 ton per hektare dari yang sebelum mengikuti program Makmur hasil panen petani rata-rata hanya 6-8 ton jagung per hektarenya.

Project Manager Program Makmur ID Food Adri Muchtar menjelaskan bahwa program yang juga bekerja sama dengan BRI dan PT Pupuk Indonesia ini bertujuan memberikan manfaat dan dampak langsung dalam mendukung kemandirian petani ini yang berfokus pada komoditas padi, jagung, tebu, kopi dan sawit.

"Jadi di lapangan itu nanti ada PT SHS (Sang Hyang Seri) anak perusahaannya ID Food, nah itu yang membina. Mencari kelompok-kelompok tani untuk disosialisasikan program Makmur. Nanti kembali kepada petani, mau ikut atau engga," ujar Adri kepada Bisnis, Kamis (12/1/2023).

Adri menjelaskan bahwa ID Food adalah BUMN klaster pangan, dulunya bernama RNI dan sekarang menjadi BUMN Pangan yang membawahi 16 anak perusahaan. ID Food bertanggungjawab dalam hal harian pangan, sedangkan untuk stok pangan ditangani Bulog. Dari lahirnya ID Food inilah muncul program Makmur.

"Karena ini (panennya) jagung. Petani jagung ini, agar meningkat pendapatannya, untuk meningkat kesejahteraannya, perlu kita tingkatkan produktivitasnya. Nah caranya kita bantu kemudahan pendanaannya melalui KUR," sambung Adri lagi.

Sedangkan pupuk, Adri menjelaskan bahwa dalam hal ini Program Makmur menggandeng PT Pupuk Indonesia yang turut andil dalam penyediaan pupuk non subsidi. Sehingga dengan begitu harapannya petani dapat melakukan pemupukan dengan tepat waktu.

Adapun 8 elemen yang terlibat dalam program Makmur ini adalah Petani, offtaker yang dipimpin oleh ID Food, Pemda setempat hingga penyuluh, Perbankan yang dipimpin oleh BRI, Pupuk dan Anti Hama dari Sam Hyang Seri, Teknologi Pertanian, serta Perizinan dan Dokumentasi.

Menurut Adri, semua elemen tersebut harus bekerja sama apa kira-kira yang bisa didukung untuk meningkatkan produktivitas petani jagung. "Kami di sini hadir sebagai mitra. Apa yang dibutuhkan akan kami hadirkan. Apa rencana aksinya seperti apa petani jagung di sini," jelasnya.

Ia menambahkan semua program Makmur ini dilaporkan lengkap secara digital dan dilaporkan langsung ke presiden lewat aplikasi Aifarm dan Dasboard. Sehingga data Makmur lengkap, izinnya harus ada dan akan diinput di aplikasi.

"Ini bentuk digitalisasi juga. Jadi para pejabat tinggal buka di aplikasi dan cek dimana saja program Makmur terlaksana, berapa petaninya dan produksinya berapa. Program ini didukung oleh Teknologi Informasi untuk dokumentasi dan laporan," katanya.

Adri bercerita awalnya diusulkan untuk program Makmur di Desa Limang seluas 24 hektare. Namun akhirnya yang bisa diproses hanya 10 hektare. BRI berperan memberikan KUR untuk modal bertani pada 5 petani yang memiliki lahan 10 hektare.

"Sedangkan Offtaker yang dalam hal ini ID Food juga berperan penting yang membantu pemasaran. Jadi dari hulu ke hilir petani di kawal terus. Dalam pertanian juga punya risiko. Jadi dalam program Makmur ini juga akan melibatkan asuransi Jasindo. Itulah BUMN-BUMN yang terlibat dalam program Makmur ini. Mari kita majukan usaha rakyat," terangnya.

Hingga kini Adri menyebut bahwa jumlah lahan yang tercatat dalam program Makmur ini sekitar 275.000 hektare dengan jumlah petani sekitar 131.000 orang dari seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jagung
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top