Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Saham di Sumut Menurun hingga 50 Persen pada 2022

Maraknya para selegram dan artis yang ikut menginformasikan manfaat berinvestasi menjadi salah satu faktor banyaknya muncul investor-investor baru.
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, MEDAN - Selama pandemi Covid 19, ketertarikan masyarakat akan pasar saham tampaknya cukup tinggi jika dibandingkan dengan masa pra pandemi.

Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatra Utara bahkan mencatat total transaksi saham sebanyak Rp40 triliun pada Januari 2021 lalu.

Kepala BEI Perwakilan Sumatra Utara M Pintor Nasution mengatakan jumlah tersebut merupakan nilai yang paling besar sepanjang sejarah Bursa Efek untuk wilayah Sumatra Utara.

Maraknya para selegram dan artis yang ikut menginformasikan manfaat berinvestasi menjadi salah satu faktor banyaknya muncul investor-investor baru yang banyak berasal dari generasi milenial berusia 18 hingga 25 tahun.

Pun begitu, jika dilihat dari nominal investasinya, data menyebut bahwa rentang usia 40 hingga 100 menjadi penyumbang jumlah terbesar. Pada 2022 sendiri, jumlah investasi dari rentang usia tersebut sebanyak Rp10 triliun.

Namun, pada tahun 2022, Pintor mengatakan terjadi sedikit pengurangan, yang setidaknya mencapai hampir 50 persen dari tahun 2021. Terhitung sejak Desember 2021 sampai dengan November 2022, jumlah penambahan Singel Investor Identification (SID) yang tercatat sebanyak 40.480.

Berdasarkan data pada Desember 2021, SID yang tercatat oleh Bursa Efek berjumlah 165.969. Sehingga jika diakumulasikan sampai dengan bulan November 2022, total SID di Sumatera Utara mencapai 206.449.

"Tapi itu pun masi data dari KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Kalau target kami sebenarnya udah tercapai. Tahun 2022 itu targetnya (memang) 58.089 SID baru. Kalau disini kan ada kekurangan sekitar 18 ribu lagi. Nah ini nanti data KSEI nanti kita akan verifikasi sebenarnya dengan data dari versi Bursa. KSEI punya data, kami juga punya data. Untuk match datanya," ujar Pintor kepada Bisnis, Jumat (30/12/2022).

Pintor menjelaskan jika ditarik rata-rata selama 2022, transaksi yang telah terdata sekitar Rp11 triliun. Namun nilai ini merupakan yang terbesar dari seluruh transaksi yang ada di luar Pulau Jawa. Sehingga secara khusus, sambung Pintor, Sumatera Utara mendapat perhatian khusus oleh para direksi.

Di sisi lainnya, meski tidak ada target terkait kuantitas emiten yang listing, Pintor menyebut adanya target sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan. Yang pertama sosialisasi One on One.

Ia mengaku bahwa dari 24 jumlah sosialisasi yang harusnya dilakukan, pencapaian yang tercatat hanya sekitar 70 persennya saja. Akan tetapi, dalam jenis sosialisasi lainnya, yakni business meeting, targetnya telah terlampaui hingga 400 persen selama 2022.

Sedangkan dari segi jenisnya, aset yang banyak diminati di Sumatera Utara hingga November 2022 adalah dalam bentuk saham dengan total Rp32 triliun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper