Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sumsel Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi

Seperti beberapa waktu lalu, banjir dan bencana angin puting beliung sudah melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), di mana terdapat 600 KK terdampak.
Ilustrasi/Antara
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi lantaran masuk musim penghujan.

Seperti beberapa waktu lalu, banjir dan bencana angin puting beliung sudah melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, di mana terdapat 600 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, mengatakan bencana yang serupa bisa terjadi di daerah lain saat puncak musim penghujan.

"Kondisi geografis di Sumsel memang merupakan daerah yang rawan banjir dan bencana hidrometeorologi yang lain, seperti longsor hingga angin puting beliung, karena memang banyak daerah yang rawan bencana," katanya, Jumat (25/11/2022).

Selain itu juga, Sumsel terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi yang sangat rawan akan bencana longsor apalagi saat musim penghujan.

"Sehingga kami minta seluruh masyarakat terutama di daerah rawan banjir dan longsor untuk selalu waspada. Yang jelas banjir dan longsor masih mengancam karena saat ini musim penghujan," kata dia.

Ansori mengatakan, pihaknya telah menyiagakan peralatan seperti perahu karet dan alat berat dalam menanggulangi bila terjadi bencana banjir dan longsor.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota dalam mengantisipasi bencana alam tersebut. "Tim evakuasi di kabupaten dan kota juga selalu siaga untuk mengantisipasi bila terjadi bencana," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Palembang Wandyantolis mengatakan, masyarakat diminta waspada ketika sudah masuk puncak musim penghujan, karena potensi timbulnya bencana hidrometeorologi cukup besar.

"Kami harap pemerintah sudah melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi karena musim penghujan ini, terutama saat hujan dengan intensitas lebat," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Ajijah

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper