Kinerja Apik, Bank Sumsel Babel Sabet Penghargaan

Teranyar, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin dinobatkan sebagai salah satu Top 100 CEO of The Year tahun 2022 versi Infobank.
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin menjawab pertanyaan wartawan terkait kinerja bank pembangunan daerah tersebut./Bisnis-Dinda Wulandari
Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin menjawab pertanyaan wartawan terkait kinerja bank pembangunan daerah tersebut./Bisnis-Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG -- Bank Sumsel Babel kembali diganjar penghargaan sebagai apresiasi atas kinerja bank pembangunan daerah atau BPD tersebut.

Teranyar, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin dinobatkan sebagai salah satu Top 100 CEO of The Year tahun 2022 versi Infobank.

Syamsudin mengatakan penghargaan itu tidak terlepas dari strategi bisnis yang telah dijalani sehingga BPD itu tetap mencetak kinerja baik.

"Selama masa pandemi Covid-19, Bank Sumsel Babel berupaya untuk menjaga kinerja bisnis perbankan," katanya dalam keterangan pers, Rabu (2/11/2022).

Tidak hanya itu, berbagai penghargaan telah diraih Bank Sumsel Babel selama masa kepemimpinan Achmad Syamsudin, seperti TOP BUMD Bintang 5 Tahun 2022, The Best Overall Performance Service Excellence Awards 2022, Gold Rank Asia Sustainable Reporting Rating 2021, Indonesia Trusted Company Based on Corporate Governance Perception tahun 2021.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Hal ini akan menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi dalam memberikan yang terbaik untuk Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Indonesia” ujarnya.

Diketahui, Bank Sumsel Babel tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp18,62 triliun seperti dilansir dari laporan keuangan triwulanan periode 30 September 2022.

Angka itu meningkat sebesar 8,40 persen jika dibandingkan realisasi kredit pada 2021 yang mencapai Rp17,18 triliun.

Adapun dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perusahaan mencapai Rp27,20 triliun atau meningkat 8,8 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang senilai Rp25 triliun.

Secara rinci, DPK tersebut terdiri dari giro senilai Rp8,20 triliun, tabungan senilai Rp8,64 triliun dan deposito senilai Rp10,35 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dinda Wulandari
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper