Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nelayan di Dumai dan Rupat Kesulitan Beli Solar untuk Melaut

Ratusan nelayan di Kota Dumai mengeluh tidak bisa melaut karena kekurangan stok Bahan Bakar Minyak jenis biosolar, sehingga ekonomi nelayan terpuruk.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 21 September 2022  |  18:29 WIB
Nelayan di Dumai dan Rupat Kesulitan Beli Solar untuk Melaut
Sejumlah kapal penumpang antarkepulauan melintas di kawasan perairan Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (10/9/2022). Pengusaha transportasi laut di Kepri melakukan penyesuaian tarif tiket kapal antarpulau dalam provinsi sekitar 15 hingga 20 persen dari tarif sebelumnya akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). - Antara/Teguh Prihatna.
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau meminta penambahan kuota bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar kepada pemerintah pusat, menyusul adanya keluhan dari pada nelayan di Kota Dumai dan Rupat, Bengkalis.

Kepala DKP Riau Herman Mahmud menjelaskan dari laporan yang diterima pihaknya ratusan nelayan di Kota Dumai mengeluh tidak bisa melaut karena kekurangan stok bahan bakar minyak jenis biosolar, sehingga ekonomi nelayan dikhawatirkan terpuruk.

"Dari kondisi itu, kami sudah mengirimkan surat permohonan penambahan kuota BBM bersubsidi melalui SPBBUN Koperasi Kerapu Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai kepada Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Cq Direktur Kepelabuhan Perikanan. Nanti kementerian akan menyampaikannya ke BPH Migas atau Pertamina," ujarnya, Rabu (21/9/2022).

Dia memaparkan kondisi kekurangan stok BBM bersubsidi itu disampaikan para nelayan saat dirinya melakukan kunjungan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBBUN) di Pangkalan Sesai Dumai, yang dikelola oleh Koperasi Kerapu, beberapa waktu lalu.

Dari penjelasan nelayan, stok BBM yang ada di SPBBUN Kerapu ini tidak mencukupi kebutuhan para nelayan. Setiap bulannya, 96 orang nelayan anggota koperasi ini membutuhkan 53.350 ribu liter untuk melaut. Sementara, SPBBUN ini hanya mendapatkan kuota BBM sebesar 35.000 liter. Artinya, masih ada kekurangan kuota sekitar 18.350 liter lagi.

Bahkan kondisi di lapangan, SPBBUN ini juga melayani nelayan dari Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Setidaknya ada 82 nelayan Kecamatan Rupat ini yang menggantungkan BBM sebesar 31.850 liter di SPBBUN Kerapu Dumai.

"Selain letak SPBBUN ini dekat dengan domisili para nelayan Rupat, SPBBUN ini juga merupakan satu-satunya yang ada di wilayah ini. Dari akumulasi, total nelayan yang dilayani SPBBUN ini adalah 178 orang dengan total kebutuhan BBM 85.200 liter per bulannya," ungkapnya.

Dari kondisi itulah pihaknya memohon pemerintah pusat melalui BPH Migas untuk memberikan penambahan kuota BBM untuk SPBBUN Koperasi Kerapu, untuk memenuhi kebutuhan riil para nelayan. Dengan adanya penambahan BBM, pihaknya berhadap para nelayan dapat kembali menangkap ikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan di Kota Dumai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solar Harga BBM riau
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top