Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rehabilitasi Lahan di Sumsel, Pemerintah Bangun Pusat Persemaian Skala Besar

KLHK bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng Sinar Mas dalam pembangunan Persemaian Sriwijaya Kemampo.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 06 September 2022  |  16:55 WIB
Rehabilitasi Lahan di Sumsel, Pemerintah Bangun Pusat Persemaian Skala Besar
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (tengah) menunjukkan bibit pohon dalam acara penandatanganan nota kesepahaman pembangunan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo Sumsel. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemerintah bakal membangun pusat persemaian bibit pohon di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, berkapasitas 10 juta batang per tahun untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan.

Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggandeng Sinar Mas dalam pembangunan Persemaian Sriwijaya Kemampo.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan persemaian di Banyuasin merupakan satu dari 11 pusat persemaian yang tersebar di Tanah Air.

“Ada yang sudah beroperasi di Jawa Barat. Untuk di Sumsel harapannya bisa segera mulai konstruksi,” katanya dalam kata sambutan dalam acara penandatanganan kerja sama dan launching pusat persemaian Sumsel, di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Siti menambahkan Sumsel menjadi lokasi prioritas untuk lantaran memiliki lahan kritis seluas 709.884 hektare, dengan komposisi lahan kritis berada di dalam kawasan hutan seluas 347.034 ha dan di luar kawasan hutan 362.851 ha.

“Luasnya sasaran hutan dan lahan yang perlu dipulihkan ini, menjadi salah satu pertimbangan dari dibangunnya persemaian skala besar,” katanya.

Dia memaparkan KLHK telah menyiapkan lahan seluas 6 ha di Kawasan Hutan/KHDTK Kemampo, yang masuk pada wilayah Desa Kayu Ara Kuning, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

Nantinya, pusat persemaian itu dapat memproduksi sebanyak 10 juta batang per tahun.

Bibit yang akan diproduksi meliputi jenis tanaman endemik seperti Tembesu, Merawan, Gelam, Meranti. Selain itu bisa pula tanaman estetika, seperti ketapang kencana, dan pucuk merah serta tanaman penghasil hasil hutan bukan kayu/HHBK, seperti duku dan durian.

“Pembangunan pusat persemaian tersebut, diarahkan dapat dilaksanakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha/KPBU (public private partnership/PPP),” katanya.

Program yang digagas oleh Presiden Jokowi itu, rencananya secara total akan membangun sebanyak 30 unit pusat persemaian.

Selain untuk mendukung pemulihan ekosistem, program itu berkaitan erat dengan langkah-langkah Indonesia dalam merespon kondisi global.

Pada konteks ini, Indonesia telah menegaskan agenda Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 sebagai aksi mitigasi yang menunjukkan aksi iklim dalam pelaksanaan target kinerja melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan sistematis. 

Sementara itu, Managing Director APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan bibit yang baik dan berkualitas adalah kunci dari keberhasilan penanaman sebuah pohon.

“Hingga saat ini, Kami telah mempelajari dan berpengalaman dalam mengembangkan maupun mengelola pusat nursery,” katanya.

Pihaknya pun berkomitmen untuk mempercepat pencapaian target Pemerintah Indonesia dalam menghasilkan bibit tanaman hutan dataran rendah dan dataran tinggi, tanaman estetika serta jenis tanaman multipurposetree species (MPTS)

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin mengatakan pihaknya mendukung upaya dalam mengatasi krisis global, termasuk dampak dari perubahan iklim.

“Harapannya pembangunan Persemaian Sriwijaya Kemampo dapat menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati, serta peningkatan sirkuler ekonomi Sumsel,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel klhk sinar mas
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top