Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Karet Petani Langkat Rp11.400 per Kg, Turun Rp300 Pekan Ini

Harga karet di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara turun mulai Rp300 pekan ini.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 07 Agustus 2022  |  22:25 WIB
Harga Karet Petani Langkat Rp11.400 per Kg, Turun Rp300 Pekan Ini
Petani menimbang karet sebelum dijual ke agen di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Minggu (7/8/2022). - Nanda Fahriza Batubara
Bagikan

Bisnis.com, STABAT - Harga karet di tingkat petani di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut) mengalami penurunan Rp300 - Rp400 per kilogram pada pekan ini.

Menurut Iwan, satu di antara petani, harga karet cenderung tidak stabil belakangan ini.

Harganya kerap mengalami fluktuasi dengan kisaran Rp10.000 - Rp12.000 per kilogram. Pekan ini, karet petani dihargai Rp11.400 per kilogram, turun dari pekan lalu seharga Rp11.700 per kilogram.

"Itu (harga karet) juga tergantung berdasarkan kualitasnya," kata Iwan kepada Bisnis, Minggu (7/8/2022).

Pada perkembangan lain, sebanyak 17 unit kontainer berisi karet ekspor yang sempat tertahan sekitar empat bulan di kapal Fedeer Mathu Bhum V298E akhirnya diberangkatkan pada hari ini menuju Klang Port di Malaysia.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (GAPKINDO) Sumut Edy Irwansyah.

"Kalau semuanya berjalan lancar, maka diperkirakan pada hari ini berlayar menuju transhipment port di Port Klang," kata Edy.

Kapal Feeder Mathu Bhum V298E sebelumnya ditahan oleh TNI Angkatan Laut sejak 4 Mei 2022 lalu saat hendak berlayar dari Pelabuhan Belawan, Kota Medan, menuju Port Klang, Malaysia.

Penahanan ini konon berkaitan dengan dugaan penyelundupan bahan baku minyak goreng yang kala itu dilarang ekspor. Persoalannya, kapal itu tak hanya membawa RBD Palm Olein, namun juga berbagai komoditas ekspor lainnya. Termasuk karet.

Proses hukum akhirnya berlanjut setelah petugas TNI Angkatan Laut mengetahui bahwa dua orang Anak Buah Kapal (ABK) Feeder Mathu Bhum V298E tidak mengantongi Buku Laut. Nakhoda didakwa Pasal 302 Ayat (1) Jo Pasal 117 Ayat (2) Huruf c Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Pada 4 Agustus 2022 lalu, majelis hakim Pengadilan Negeri Medan memerintahkan pengembalian kapal beserta barang ekspor di dalamnya kepada pemilik. Sedangkan pihak terkait dalam perkara ini didenda Rp200 juta.

Selain 342,72 ton karet dalam 17 unit kontainer, kapal Fedeer Mathu Bhum V298E diketahui juga mengangkut 419 unit kontainer lainnya berisi berbagai komoditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet harga karet turun karet komoditas harga komoditas petani karet
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top