Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaga Ketahanan Pangan, OKI Optimalkan Potensi Lahan Pertanian

Potensi lahan irigasi, lebak, pasang surut dan tadah hujan menjadi andalan kabupaten itu untuk menjaga ketahanan pangan.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  16:50 WIB
Jaga Ketahanan Pangan, OKI Optimalkan Potensi Lahan Pertanian
Jajaran Pemkab OKI menghadiri acara Panen Raya sawah IP 200 di Desa Tugu Agung, Kecamatan Lempuing, pada Rabu (3/8). - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI menjadi salah satu area program strategis nasional food estate (lumbung pangan) di Sumatra Selatan.

Potensi lahan irigasi, lebak, pasang surut dan tadah hujan menjadi andalan kabupaten itu untuk menjaga ketahanan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten OKI Sahrul mengatakan pihaknya berupaya untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang ada di kabupaten itu.

"Lahan sawah  semakin penting peranannya dalam upaya mempertahankan swasembada beras dan swasembada bahan pangan lainya khusunya di Kabupaten OKI,” katanya, Rabu (3/8/2022).

Apalagi, kata Sahrul, saat ini semakin berkurangnya lahan untuk pertanian karena  adanya alih fungsi lahan ke komoditas perkebunan, perumahan dan nonpertanian lainnya.

Sahrul menjelaskan potensi lahan sawah irigasi di Kabupaten OKI mencapai 5.650 hektare (ha)  yang di tanam padi dengan intensitas pertanaman (IP) 200 bahkan IP 300. Dengan IP yang lebih dari satu kali panen dalam setahun ini, petani pagi juga menanam palawija dan hortikultura.

“Sawah irigasi di Kabupaten OKI dapat memproduksi padi sebanyak 65.000 ton gabah kering giling (GKG) per tahun,  potensi untuk pengembangan sawah rawa irigasi ini masih sangat terbuka jika dapat dimaksimalkan untuk ditanami 3 kali,” paparnya.

Dia memaparkan bahwak Kecamatan Lempuing sebagai salah satu wilayah pengembangan food estate di OKI, di mana telah didukung mekanisasi tanam sampai panen.

"Tinggal bagaimana upaya penanganan pascapanen yang harus ditingkatkan sehingga dapat menjadikan pertanian yang terintegrasi hulu dan hilirnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, M. Dja'far Shodiq, mengatakan OKI dengan luas tanam lebih dari 150.000 ha sangat mungkin untuk terus meningkatkan hasil produksi.

"Saat pandemi Covid-19, sektor pertanian di OKI justru mengalami tren yang positif sehingga mampu mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga di OKI,” katanya.

Shodiq mengatakan sektor pertanian tetap menjadi primadona dan aset yang harus dipertahankan sekaligus ditingkatkan untuk mencegah terjadi kemungkinan krisis pangan ke depan.

"Tetap optimistis dan semoga dengan keseriusan para petani, produktivitas semakin meningkat, masyarakat jadi lebih sejahtera,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ogan komering ilir
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top