Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Juli 2022, Sumbar Inflasi 1,22 Persen

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Kenda Paryatno mengatakan inflasi di Sumbar terjadi karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK)
Noli Hendra
Noli Hendra - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  13:21 WIB
Juli 2022, Sumbar Inflasi 1,22 Persen
Pedagang cabai melayani pembeli di salah satu pasar di Jakarta, Rabu (6/7/2022). Bisnis - Eusebio Chysnamurti

Bisnis.com, PADANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2022, Kota Padang mengalami inflasi sebesar 1,35 persen dan Kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Secara agregat, Sumatra Barat (gabungan 2 kota) mengalami inflasi sebesar 1,22 persen.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Kenda Paryatno mengatakan inflasi di Sumbar (gabungan 2 kota) terjadi karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada semua kelompok pengeluaran.

Seperti kelompok transportasi sebesar 2,33 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,07 persen. Kelompok pendidikan sebesar 2,02 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,60 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,50 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,42 persen.

Lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar sebesar 0,25 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,14 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,05 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, serta jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

"Kelompok yang dominan memberikan andil inflasi Sumbar Juli 2022 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,65 persen," katanya, Senin (1/8/2022).

Selain kolompok makanan, juga ada kelompok transportasi sebesar 0,33 persen. Kelompok pendidikan sebesar 0,11 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar masing-masing sebesar 0,04 persen.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,03 persen, dan kelompok perlengkapan, peralatan, serta pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen.

Sedangkan kelompok kesehatan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil yang tidak dominan.

Dia menyebutkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil dominan terhadap inflasi selama Juli 2022 Sumbar adalah cabai merah, angkutan udara, sekolah dasar, air kemasan, bawang merah, cabai hijau, beras, sewa rumah, telur ayam ras, sekolah menengah atas, dan beberapa komoditas lainnya.

Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil dominan terhadap deflasi Sumbar Juli 2022 antara lain daging ayam ras, minyak goreng, ayam hidup, emas perhiasan, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ikan cakalang/ikan sisik, daging sapi, kentang, jeruk, ikan gembolo/ikan aso-aso, dan beberapa komoditas lainnya.

Lalu tingkat inflasi year on year untuk Juli 2021 terhadap Juli 2020 mengalami inflasi sebesar 1,79 persen dan Juli 2020 terhadap Juli 2019 mengalami deflasi sebesar 0,46 persen.

Pada Juli 2022, dari 90 kota IHK, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 2,27 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Pematang Siantar dan Tanjung masing-masing sebesar 0,04 persen.

"Kota Padang menduduki urutan ke 9 (sembilan) dan Kota Bukittinggi menduduki urutan ke 84 (delapan puluh empat) dari 90 (sembilan puluh) kota yang mengalami inflasi di Indonesia," tutupnya. (k56)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi sumbar
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top