Berbuat Curang, Manajemen Bank Riau Kepri Serahkan Oknum Pegawai ke Polisi

Oknum pegawai PT Bank Riau Kepri (BRK) diduga melakukan tindakan curang atau fraud sehingga manajemen menyerahkan ke pihak kepolisian.
PT Bank Riau Kepri (BRK)
PT Bank Riau Kepri (BRK)

Bisnis.com, PEKANBARU - Manajemen PT Bank Riau Kepri (BRK) menyatakan tidak pernah berkompromi dengan oknum pegawai yang terbukti melakukan fraud, alias tindakan kejahatan merugikan bank.

Direktur Utama BRK Andi Buchari mengatakan Bank Riau Kepri sudah memiliki sistem internal kontrol dan investigasi fraud, yang dapat mendeteksi dengan baik kasus kecurangan pegawai.

Selanjutnya, dalam rangka penegakan hukum BRK melakukan pelaporan seketika ke kepolisian untuk memberi peringatan kepada seluruh pegawai, bahwa Bank Riau Kepri menindak tegas pelaku kejahatan.

"Penindakan pelaporan segera dan penahanan pelaku terhadap kasus kecurangan ini adalah untuk memberi dampak positif dalam rangka konversi BRK menjadi Syariah. Sehingga kedepan diharapkan dapat mencegah pegawai untuk melakukan fraud," kata Andi Buchari, Rabu (29/6/2022).

Pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi terhadap Polda Riau, yang telah bergerak cepat melakukan penahanan terhadap pelaku. Kemudian yang terpenting tidak ada kerugian di pihak nasabah dan BRK memastikan dana nasabah tetap aman.

Sebelumnya Polda Riau telah menangkap pegawai salah satu bank daerah di Riau yang telah merugikan uang nasabah hingga mencapai Rp5 miliar.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, pelaku inisial RP menggunakan uang nasabah untuk judi online. Korbannya mencapai 101 orang.

“Update terbaru korban mencapai 101 orang. Uang hasil pembobolan digunakan pelaku untuk bermain judi online," kata Sunarto, Selasa (28/6/2022).

Lebih jauh, Sunarto menceritakan bahwa pelaku telah melakukan aksi pembobolan uang nasabah sejak tahun 2020. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan pelaku lainnya.

“Apakah pelaku ini bekerja sendiri atau ada pelaku lainnya saat ini masih kita dalami. Tidak menutup kemungkinan bakal ada pelaku baru dalam kasus ini."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper