Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Air Sungai Deli Terkontaminasi Mikroplastik 233 Partikel per 100 Liter

Hasil penelitian tim menunjukkan tingkat kontaminasi atau pencemaran yang relatif tinggi. Tak tanggung-tanggung, kontaminasi mikroplastik di Sungai Deli rata-rata 233 partikel per 100 liter.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  23:31 WIB
Air Sungai Deli Terkontaminasi Mikroplastik 233 Partikel per 100 Liter
Kondisi Sungai Deli di Kota Medan, Sumatra Utara. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MEDAN - Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) menemukan kontaminasi mikroplastik di Sungai Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.

Hasil penelitian tim menunjukkan tingkat kontaminasi atau pencemaran yang relatif tinggi. Tak tanggung-tanggung, kontaminasi mikroplastik di Sungai Deli rata-rata 233 partikel per 100 liter.

Satu di antara sumber mikroplastik adalah 388 pohon terlilit sampah plastik dan 232 timbulan sampah ilegal di tepi sungai tersebut.

Menurut tim ekspedisi, Prigi Arisandi, sarana atau fasilitas pembuangan sampah di Kota Medan terbilang minim. Kondisi ini akhirnya mendorong masyarakat membuang sampah ke sungai.

Prigi mengatakan, mikroplastik merupakan senyawa pengganggu hormon yang telah ditemukan dalam darah dan lambung manusia.

Karena bahaya tersebut, tim ekspedisi ini mendorong Pemko Medan agar lebih meningkatkan pengelolaan sampah. Satu di antaranya dengan membangun sarana tempat pengolahan pada setiap kelurahan di tepi sungai.

"Ancaman mikroplastik di Sungai Deli sangat berpengaruh pada kesehatan penduduk Medan. Karena air Sungai Deli dimanfaatkan sebagai bahan baku PDAM Tirtanadi," kata Prigi, Kamis (23/6/2022).

Pengambilan sampel air dalam ekspedisi ini dilakukan kurun Senin (21/6/2022) - Rabu (22/6/2022). Sampel diambil di lima titik lokasi aliran Sungai Deli.

"Sampel diuji dengan cara cepat dengan melihat fisik partikel untuk selanjutnya sampel akan dikirim ke laboratorium mikroplastik di Gresik Jawa Timur untuk mengetahui hasil lebih detail," kata Prigi.

Prigi menceritakan, penelitian di Sungai Deli juga pernah dilakukan pada 2020 oleh kalangan mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara. Hasil penelitian kala itu menunjukkan bahwa Sungai Deli telah terkontaminasi mikroplastik 8 - 152 per liter atau 800 - 15200 partikel mikroplastik per 100 liter.

Kontaminasi yang tinggi disebabkan banyaknya limbah domestik, limbah industri dan sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik di sepanjang Sungai Deli.

Mikroplastik, kata Prigi, masuk dalam kategori senyawa pengganggu hormon. Dalam proses pembuatan plastik terbanyak banyak bahan kimia sintetis tambahan. Selain itu, mikroplastik memiliki sifat hidrofob atau mudah mengikat polutan dalam air.

"Mikroplastik yang masuk dalam air akan mengikat polutan di air seperti logam berat, pestisida, deterjen dan bakteri patogen, jika mikroplastik tertelan manusia melalui ikan, kerang dan air maka bahan polutan beracun akan berpindah ke tubuh manusia dan menyebabkan gangguan hormon," ujar Prigi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pencemaran sungai
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top