Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prevalensi Stunting di Sumut Masih 25,8 Persen, Peringkat 17 Terbanyak Nasional

Saat ini, prevalensi anak stunting di Sumatra Utara mencapai 25,8 persen. Catatan tersebut menempatkan Sumatra Utara sebagai provinsi ke-17 dengan jumlah anak stunting terbanyak di Indonesia.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 15 Juni 2022  |  21:57 WIB
Stunting - istimewa
Stunting - istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Saat ini, prevalensi anak stunting di Sumatra Utara mencapai 25,8 persen. Catatan tersebut menempatkan Sumatra Utara sebagai provinsi ke-17 dengan jumlah anak stunting terbanyak di Indonesia.

Menurut Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatra Utara Muhammad Irzal, penanganan stunting mesti melibatkan peran multipihak.

"Kita ajak duduk bersama menggali potensi yang ada. Saat ini Sumatra Utara peringkat 17 persentase stunting dari 34 provinsi yaitu 25,8 persen," ujar Irzal pada rapat koordinasi di Kota Medan, Rabu (15/6/2022).

Berdasar Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) Tahun 2021, angka prevalensi stunting di Sumatra Utara masih 25,8 persen.

Oleh karena itu, Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah berharap semua pihak memberi perhatian penuh sehingga angka itu mampu turun.

Dia menargetkan prevalensi stunting di provinsi susut menjadi 14 persen pada 2024 mendatang.

"Menurunkan angka stunting tidak bisa hanya pemerintah daerah saja, semua stakeholder dan masyarakat harus ikut berpartisipasi," ujar Ijeck, sapaan populer Musa Rajekshah.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatra Utara Nawal Lubis menemui 23 anak stunting di Desa Pidoli Dolok dan Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.

Pada kesempatan ini, Nawal menyoroti kondisi sanitasi warga setempat yang dianggap kurang layak. Padahal, faktor ini memengaruhi stunting.

"Kita tidak bisa pungkiri masih ada sanitasi masyarakat yang kurang baik. Persoalan sanitasi ini berpengaruh sekali dengan stunting ini," kata Nawal.

Nawal mengimbau para orang tua di Kabupaten Mandailing Natal agar disiplin mengikuti kegiatan Posyandu dan mengunjungi Puskesmas secara rutin.

Ia juga meminta para petugas kesehatan setempat agar memantau anak-anak stunting di daerah tersebut.

"Ini orang hamil juga harus dipantau, apa yang dia makan, gizinya sudah cukup belum, juga sudah berapa anaknya. Ini juga harus menjadi perhatian," kata Nawal.

Menurut Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utami Nasution, pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di kabupaten ini suah mencapai 100 persen.

"Kami pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sarana sanitasi yang layak. Mudah-mudahan angka stunting di Mandaling Natal bisa kita tekan," kata Atika.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top