Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Wabah PMK di Sumut, 7.987 Ekor Hewan Ternak Tertular

Hewan ternak yang tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sumatra Utara berjumlah 7.987 ekor.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  23:00 WIB
Dokter hewan dari Pusat Veteriner Farma (Putvetma) Surabaya menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi di kandang kawasan Taman, Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - Umarul Faruq
Dokter hewan dari Pusat Veteriner Farma (Putvetma) Surabaya menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi di kandang kawasan Taman, Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - Umarul Faruq

Bisnis.com, MEDAN - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara mencatat hingga Senin (13/6/2022), hewan ternak yang tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berjumlah 7.987 ekor.

Dengan kata lain, terdapat penambahan 1.939 ekor dari pekan lalu yang masih sebanyak 6.048 ekor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumatra Utara Azhar Harahap, jumlah hewan yang mati dalam status terindikasi PMK nihil kurun sepekan terakhir. Sehingga total hewan yang mati hingga saat ini masih berjumlah 10 ekor.

"Ada 14 kabupaten dan kota yang sudah terpapar, dimana penyebaran paling tinggi dan cepat itu di Kabupaten Batu Bara," kata Azhar pada rapat koordinasi penanganan PMK, Kota Medan, Selasa (14/6/2022).

Untuk penanganan, Pemprov Sumatra Utara telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui masing-masing satuan tugas penanganan wabah PMK.

Petugas menerapkan pengetatan lalu lintas ternak dan menutup pintu keluar-masuk antarprovinsi.

Setiap hewan ternak yang akan diperdagangkan wajib dalam keadaan sehat sesuai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Selain itu, kata Azhar, pihaknya juga telah membentuk tim pengendalian di empat zona. Mereka akan menangani ternak yang sakit secara langsung di lokasi.

Menurutnya, tingkat penyembuhan hewan ternak yang terpapar sejauh ini sudah mencapai 48 persen.

Azhar mengatakan bahwa saat ini ketersediaan obat-obatan masih cukup menangani wabah PMK di Sumatra Utara. Namun, pihaknya sudah berkordinasi dengan distributor dan menunggu vaksin dari pemerintah pusat.

Menurut Azhar, terdapat faktor yang menyebabkan tingkat penularan PMK di Kabupaten Batu Bara lebih cepat.

"Ini disebabkan kondisi pemeliharaan ternak di sana itu umumnya digembala di tengah perkebunan dan tidak dikandangkan. Sehingga penularannya cepat sekali," kata Azhar.

Berdasar data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumatra Utara, wabah PMK telah menulari ribuan hewan ternak di Sumatra Utara.

Antara lain Kabupaten Batu Bara sebanyak 4.081 ekor, Kabupaten Deli Serdang Sebanyak 1.396 ekor, Kabupaten Langkat sebanyak 1.205 ekor, Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 498 ekor dan Kabupaten Asahan sebanyak 437 ekor.

Kemudian Kabupaten Simalungun sebanyak 60 ekor, Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 28 ekor, Kabupaten Labuhan Batu Selatan sebanyak 17 ekor, Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 13 ekor, Kabupaten Padang Lawas Utara sebanyak 11 ekor.

Lalu Kota Medan sebanyak 137 ekor, kemudian Kota Padang Sidempuan sebanyak 73 ekor, Kota Binjai sebanyak 28 ekor dan Kota Pematang Siantar sebanyak 3 ekor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumatra utara Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top