Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenko Perekomian Dukung Proyek Strategis Batam

Ekonomi Kota Batam tahun lalu berhasil tumbuh 4,75%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,69% dan Kepulauan Riau (Kepri) 3,43%. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, infrastruktur Kota Batam terus meningkat melalui kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 31 Mei 2022  |  13:48 WIB
Kemenko Perekomian Dukung Proyek Strategis Batam
Foto: Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) didampingi oleh Kepala Badan Pengusahaa (BP) Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi saat berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic (BAT) yang terletak di Kawasan Bandara Hang Nadim pada akhir April lalu.
Bagikan

Bisnis.com, BATAM - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dalam lawatannya pada akhir April 2022 lalu mengapresiasi infrastruktur Kota Batam yang terus mengeliat. Airlangga mencontohkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikembangkan untuk kegiatan industri berbasis Maitenance, Repair, Overhaoul (MRO) seperti KEK Batam Aero Technic (BAT). Menurut Airlangga kapasitas maintenance mengalami peningkatan, jumlah tenaga kerja menjadi 300 orang dan ada sekitar 1500 orang mekanik.

“Ini progresnya bagus, saat ini sudah bisa menangani 44 pesawat di waktu yang sama,” kata Airlangga.

Selain KEK BAT, Airlangga juga meniai KEK Nongsa Digital Park (NDP) sangat pesat perkembangannya. Sejak berstatus sebagai KEK, investasi di Kawasan digital tersebut mencapai Rp 14 triliun. Data center NDP juga terus dibangun dengan kebutuhan listrik diatas 125 Megawatt.

Kedepannya NDP dirancang untuk menjadi digital hub dari Batam ke berbagai wilayah dan diyakini menjadi mercusuar bagi digital ekonomi di Indonesia. Sehubungan dengan itu, Airlangga mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Batam yang sedang digarap oleh BP Batam.

“Listrik PLTS nantinya bisa untuk ekspor dan juga untuk kebutuhan dalam negeri, terutama untuk keperluan industri dan KEK,” kata Airlangga.

Infrastruktur menjadi sangat penting di sebuah daerah yang menjadi tujuan investasi seperti Batam. Untuk itu, pada 2021, BP Batam merampungkan 38 proyek infrastruktur senilai Rp 428 miliar. Adapun, untuk proyek pendanaan dengan sistem tahun jamak (multiyears), terdapat 18 proyek dengan nilai Rp 431 miliar.

Kepala BP Batam selagius Walikota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan ucapan terima kasih atas atensi yang diberikan pemerintah pusat khususnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga merupakan Ketua Dewan Kawasan KPBPB.

Dirinya berharap, Menko dapat secara langsung melihat perubahan dan progress pembangunan Batam, serta memberikan evaluasi terhadap apa yang telah dilaksanakan BP Batam dan Pemkot Batam.

“Pak Menteri datang, banyak yang dikunjungi. Kami tentu berharap, beliau dapat mengecek apa yang kami bangun atas perintah beliau. Perintah beliau, kami laksanakan sesegera mungkin, kami minta masukan juga atas apa yang telah kami bangun,” kata Rudi.

Lebih lanjut, Muhammad Rudi mengatakan Batam merupakan salah satu kawasan andalan Indonesia yang memiliki visi sebagai sebagai Hub Logistik Internasional untuk mendukung pengembangan industri, perdagangan, maritim, dan pariwisata yang terpadu dan berdaya saing. 

Foto: dok. BP Batam

FOKUS BANGUN INFRASTRUKTUR

Tahun ini, fokus BP Batam terhadap pembangunan infrastruktur tetap berlanjut. Salah satunya, pembangunan Pelabuhan Batu Ampar. Pelabuhan Batu Ampar, kata Rudi, akan dijadikan pelabuhan bertaraf internasional dengan sistem dan kapasitas yang akan ditingkatkan.

BP Batam saat ini sedang menggesa pembangunan Pelabuhan Container Batu Ampar dengan spesifikasi pekerjaan, Pembangunan Container Yard 2 Ha, Container Crane yang pembuatannya saat ini dilakukan di Korea Selatan, serta dari sisi selatan juga  mulai dilakukan proses dredging atau pengerukan minus (-)12 mLWS rata-rata dari posisi saat ini minus (-) 3, dan  ditargetkan selesai pada November 2022.

Selain Pelabuhan, BP Batam terus menggenjot pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. BP Batam sudah mejalin kerjasama dengan PT Angkasa Pura I (Persero) Wika dan Incheon International Airport Corporation, asal Korea Selatan dalam pengembangan Bandara Hang Nadim. Konsorsium ini sedang melakukan renovasi pada terminal I. Kemudian terminal II akan dibangun dengan biaya sekitar Rp 6,5 triliun.

“Bandara Internasional Hang Nadim juga akan dijadikan sebagai Hub Logistik. Karena itu peningkatan gudang kargo juga akan menjadi salah satu prioritas.” kata Rudi.

Rencananya, tahap konstruksi terminal II Bandara Internasional Hang Nadim Batam dapat dimulai Juni 2022 dan selesai pada 2024. Dengan pengembangan tersebut, kata Rudi, dapat memberikan dampak berantai sehingga menjadi pendapatan jangka panjang bagi pergerakan penumpang dan kargo.

Selain peningkatan infrastruktur di Pelabuhan dan Bandara, untuk menangkap peluang medical tourism, BP Batam serius untuk menggarap KEK Kesehatan Sekupang. Proyek ini mendapat dukungan dari Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kemenko Perekonomian dan Kementerian Kesehatan.

Proyek KEK Sekupang ini didukung dengan masterplan yang cukup lengkap dengan rencana tiga konsep pengembangan, yaitu medical, tourism and education. Rumah sakit ini juga akan dibangun beberapa sarana dan fasilitas, antara lain healing garden, shopping center, apartemen dan hotel berbintang. Meski KEK Kesehatan ini bertaraf internasional, BP Batam tetap menyediakan pelayanan rumah sakit menggunakan BPJS. (*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam ekonomi bp batam
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top