Pemprov Riau Tambah Setoran Modal ke Bank Riau Kepri Senilai Rp120 Miliar

Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari menjelaskan salah satu agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar pihaknya, adalah membahas dan memutuskan penambahan modal disetor oleh sejumlah pemegang saham.
Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari (kedua kanan) dan didampingi jajaran direksi lainnya sedang memberikan penjelasan pada konperensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Sabtu (23/4/2022) malam. Pemprov Riau resmi menambahkan setoran modal dengan nilai Rp120 miliar untuk Bank Riau Kepri pada tahun ini. /Bisnis-Arif Gunawan
Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari (kedua kanan) dan didampingi jajaran direksi lainnya sedang memberikan penjelasan pada konperensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Sabtu (23/4/2022) malam. Pemprov Riau resmi menambahkan setoran modal dengan nilai Rp120 miliar untuk Bank Riau Kepri pada tahun ini. /Bisnis-Arif Gunawan

Bisnis.com, PEKANBARU-- Bank Riau Kepri menyatakan saat ini modal inti perseroan sudah melewati angka Rp3 triliun, dengan adanya penambahan setoran modal dari Pemprov Riau pada tahun ini yang mencapai Rp120 miliar.

Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari menjelaskan salah satu agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar pihaknya, adalah membahas dan memutuskan penambahan modal disetor oleh sejumlah pemegang saham.

"Dari Pemprov Riau telah resmi keluar perdanya yaitu senilai Rp120 miliar, dan 29 Maret 2022 lalu sudah diterima realisasi Rp100 miliar dananya telah efektif masuk ke BRK dan dengan keputusan di RUPS LB tadi langsung dicatat untuk penguatan modal, sehingga dengan tambahan itu saat ini total modal disetor BRK mencapai Rp1,2 triliun dan modal inti sudah di atas Rp3 triliun," ujarnya saat konpers usai pelaksanaan RUPS LB, Sabtu (23/4/2022) malam.

Kemudian dengan adanya penambahan modal tersebut, porsi kepemilikan saham Pemprov Riau di Bank Riau Kepri ikut meningkat, dari sebelumnya sebesar 38,09 persen kini menjadi 43,15 persen. Sedangkan porsi pemegang saham lainnya ikut bergerak menyesuaikan perubahan yang ada.

Selain Pemprov Riau, Andi menyebutkan sejumlah pemda kabupaten lainnya ikut berkomitmen akan menambahkan setoran modal tahun ini. Misalnya Pemkab Natuna senilai Rp52,08 miliar, Pemkab Siak Rp16,5 miliar, lalu Koperasi Amanah Riau Kepri Rp2 miliar, serta komitmen Pemkab Kuansing dan Pemkot Batam meski belum menetapkan besaran angka setoran tambahan modal itu.

Selain penambahan modal, RUPS LB Bank Riau Kepri juga telah mengesahkan perubahan anggaran dasar perseroan dari kegiatan usaha bank konvensional menjadi bank syariah. Persetujuan pemegang saham ini sebagai salah satu syarat pelengkap tahap akhir konversi bank itu menuju Bank Umum Syariah.

Sementara itu Direktur Operasional Bank Riau Kepri Said Syamsuri menjelaskan pada agenda RUPS Tahunan 2021, pemegang saham telah menyetujui laporan tahunan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Bustaman, Ezeddin, dan Putranto. Hasil audit menetapkan opini wajar dan dapat dipublikasikan tanpa catatan.

"Kemudian RUPS Tahunan 2021 menetapkan laba perseroan dengan nilai laba kotor Rp515 miliar lalu laba setelah pajak Rp381 miliar. Lalu pemegang saham menyepakati pembagian deviden dengan porsi 60 persen dan sisanya 40 persen untuk cadangan bank," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk tahun ini nilai dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang akan disalurkan mencapai Rp21 miliar, atau dibagi rata Rp250 juta per kabupaten kota di Riau dan Kepri, serta proporsional sesuai porsi saham.

Adapun terkait pengesahan konversi menjadi Bank Syariah, Dirut Andi Buchari mengatakan pihaknya sedang menunggu rapat paripurna oleh DPRD Riau yang dari informasi didapatkan perseroan akan diselenggarakan sebelum Lebaran pada Mei 2022 nanti.

"Kalau skenario ini berjalan kami rencanakan nanti hasil paripurna dan pengesahan RUPS ini nanti akan kami tunjukkan ke OJK, dengan sebelumnya disahkan oleh Kemenkum HAM. Jadi harapan kami setelah Lebaran 2022 ini Bank Riau Kepri Syariah hasil konversi akan dilakukan soft launchingnya."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Arif Gunawan
Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper