Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sepanjang 2021, Luas Panen Padi Riau Turun 18,03 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Misfaruddin menjelaskan luas panen padi ini mengalami penurunan sebanyak 11.670 hektare atau 18,03 persen dibandingkan 2020 lalu yang mencapai 64.730 hektare.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 16 Maret 2022  |  13:31 WIB
Sepanjang 2021, Luas Panen Padi Riau Turun 18,03 Persen
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU-- Badan Pusat Statistik Provinsi Riau menyatakan luas panen padi di daerah itu mencapai sekitar 53.060 hektare, dengan produksi sebesar 217.460 ton gabah kering giling (GKG) pada periode 2021 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Misfaruddin menjelaskan luas panen padi ini mengalami penurunan sebanyak 11.670 hektare atau 18,03 persen dibandingkan 2020 lalu yang mencapai 64.730 hektare.

"Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras di Riau pada 2021 diperkirakan mencapai 124.800 ton," ujarnya Rabu (16/3/2022).

Dia melanjutkan, untuk produksi padi sepanjang 2021 mencapai 217.460 ton GKG, atau mengalami penurunan sebanyak 26.230 ton GKG atau 10,76 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 243.690 ton GKG.

Dari total produksi ini, untuk konsumsi pangan penduduk sebesar 124.800 ton, atau mengalami penurunan sebanyak 15.050 ton atau 10,76 persen dibandingkan produksi beras di 2020 yang sebesar 139.850 ton.

Sementara itu, penurunan produksi padi yang cukup besar pada 2021 terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi seperti Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Kuantan Singingi.

"Namun ada juga beberapa kabupaten kota yang mengalami peningkatan produksi padi relatif besar, misalnya Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Siak."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau produksi beras
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top