Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terungkap! 5 Korban Tewas Akibat Keracunan Gas SMGP Tahun Lalu Hanya Berujung Damai

Mereka diduga kembali jadi korban gas beracun yang berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 08 Maret 2022  |  14:05 WIB
Terungkap! 5 Korban Tewas Akibat Keracunan Gas SMGP Tahun Lalu Hanya Berujung Damai
Warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan gas H2S yang diduga berasal dari uji sumur proyek PLTP Sorik Marapi PT SMGP, Minggu (6/3/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, MANDAILING NATAL - Keracunan massal akibat gas Hidrogen sulfida (H2S) kembali melanda warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara.

Kali ini, warga yang mengalami mual dan pusing hingga dilarikan ke rumah sakit berjumlah 58 orang. 

Mereka diduga kembali jadi korban gas beracun yang berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).

Gas H2S diduga bocor dari kegiatan uji sumur AAE-05. Seperti diketahui, Desa Sibanggor Julu hanya berjarak sekitar 397 meter dari lokasi sumur tersebut.

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Pada Januari 2021 lalu, setidaknya 49 orang jadi korban keracunan. Lima di antaranya bahkan meninggal dunia. Sebagian dari korban tewas merupakan anak-anak.

Ternyata, kasus kematian warga akibat keracunan gas akibat proyek PLTP kala itu tidak berlanjut ke ranah hukum. Perkara ini cuma berujung dengan perdamaian antara PT SMGP dan korban.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Utara Kombes Hadi Wahyudi, mediasi antara perusahaan dan warga difasilitasi oleh Pemkab Mandailing Natal. Kasus kala itu pun hanya berakhir dengan pembayaran kompensasi.

"Dimediasi Pemda. Warga mendapat kompensasi dari perusahaan," ujar Hadi kepada Bisnis, Selasa (8/3/2022).

Terpisah, Manager Community Development and Community Relations PT SMGP Nina Gultom membantah terjadi kebocoran gas H2S di proyek PLTP tersebut. 

Menurut Nina, perusahaan telah bekerja sesuai prosedur. Bahkan, Nina justru balik menuding bahwa tuduhan keracunan gas H2S yang dialami puluhan warga akibat uji sumur PT SMGP pada Minggu (6/3/2022) lalu salah. Karena menurut dia, tidak terjadi kebocoran gas proses tersebut berlangsung.

Seperti diketahui, warga berbondong-bondong meluapkan kekesalan tak lama usai kembali mengalami keracunan. Mereka melakukan unjuk rasa terhadap PT SMGP. 

"SMGP menyesalkan insiden yang terjadi di lokasi proyek kami yang membahayakan staf kami dan mengecam segala tindakan kekerasan terhadap staf kami dan orang lain," kata Nina melalui pernyataan tertulis.

Menurut Direktur Green Justice Indonesia Dana Tarigan, terulangnya keracunan massal akibat gas H2S menunjukkan bahwa proyek PLTP Sorik Marapi tak layak dilanjutkan.

Proyek tersebut berada tak jauh dari permukiman warga, sehingga sangat membahayakan mereka. Padahal, Dana curiga produk listrik yang nantinya dihasilkan PLTP tersebut justru tidak bakal dinikmati oleh warga setempat. Melainkan diduga dialirkan untuk kalangan industri atau ke daerah lain.

Alih-alih menikmati fasilitas listrik asal kampung sendiri, warga setempat justru kerap dirugikan keselamatannya.

"Kalau sudah berulang kali terjadi, ini namanya warga bukan keracunan. Tapi diracuni," kata Dana kepada Bisnis.

Dana mengatakan, proyek PLTP yang dikelola PT SMGP terkesan dipaksakan. Padahal, Sumatra Utara memiliki banyak potensi sumber daya alam yang lebih ramah keselamatan dan berada di tempat-tempat yang jauh dari permukiman.

Selain itu, peristiwa keracunan massal yang kerap terjadi mengindikasikan bahwa perencanaan proyek tersebut tidak matang sehingga harus dihentikan. Sebab tidak ada jaminan peristiwa serupa tak terulang lagi di masa mendatang.

"Kemudian AMDAL-nya juga harus diselidiki. Karena perencanaannya pasti tidak jelas sehingga keracunan terjadi berulang kali. Ini sangat membahayakan," kata Dana.

Di sisi lain, Dana juga mendorong aparat kepolisian agar bersungguh-sungguh menyelesaikan kasus keracunan kali ini sehingga tidak hanya berujung dengan perdamaian tanpa proses penegakan hukum.

Polisi, lanjut Dana, harus membuka ke publik pihak yang bertanggung jawab terhadap terulangnya kasus keracunan massal di Kabupaten Mandailing Natal tersebut.

"Jadi jangan karena ada instruksi presiden kepada aparat agar melindungi investasi, bukan berarti itu dijadikan kambing hitam untuk membiarkan proyek-proyek yang membahayakan masyarakat," kata Dana.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, kembali dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan gas.

Mereka mengalami mual dan pusing akibat diduga menghirup gas Hidrogen sulfida (H2S) yang berasal dari uji sumur atau welltest PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di area Wellpad AAE Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). 

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (6/3/2022) sore itu dibenarkan Kapolres Mandailing Natal AKBP Reza Chairul Akbar. Awalnya, jumlah korban sekitar 52 orang dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pada malamnya, korban bertambah enam orang sehingga totalnya menjadi 58 orang.

"58 orang. Ada tambahan enam orang tadi malam," Reza kepada Bisnis, Senin (7/3/2022).

Reza mengatakan, petugas mulai menyelidiki perkara tersebut pada hari ini.

"Kami mulai lakukan penyelidikan hari ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut keracunan
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top