Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Sengaja Bikin Harga TBS Sawit Anjlok? Siap-Siap Ditindak Tegas

Dinas Perkebunan Riau akan menindak tegas pabrik yang secara sepihak membuat harga TBS sawit anjlok.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  14:10 WIB
Pekerja memanen kelapa sawit di Desa Rangkasbitung Timur, Lebak, Banten, Selasa (22/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Bagus Khoirunas
Pekerja memanen kelapa sawit di Desa Rangkasbitung Timur, Lebak, Banten, Selasa (22/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Bagus Khoirunas

Bisnis.com, PEKANBARU - Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyatakan seluruh perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) yang menurunkan harga Tandan Buah Segar (TBS) di daerah itu secara sepihak, akan ditindak tegas.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan Provinsi Riau Defris Hatmaja mengatakan keputusan ini diambil setelah rapat Menteri Perdagangan RI bersama Dirjenbun Kementan dan stakeholder pada Minggu (30/1/2022) malam untuk menyikapi dampak penetapan kebijakan harga minyak goreng dalam negeri yang berimbas pada harga TBS di tingkat petani.

"Hasil rakornya disepakati upaya meminimalisir penurunan harga TBS petani, yaitu dinas perkebunan kabupaten kota akan melaporkan harga pembelian TBS petani ke pabrik, kemudian dilaporkan ke provinsi untuk kemudian bila ada penurunan harga sepihak akan ditindaklanjuti dengan tegas oleh pemerintah pusat," ujarnya Senin (31/1/2022).

Dari data Apkasindo Riau, harga jual TBS petani ke pabrik pada Jumat (28/1/2022) lalu mengalami penurunan hingga Rp1.000 dari sebelumnya sekitar Rp3.500 menjadi Rp2.500 per kilogram.

Kondisi ini disebabkan keputusan sepihak pabrik sawit, sehubungan dengan telah terbitnya kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menerapkan kebijakan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) yang menyebabkan harga TBS di Indonesia mengalami penurunan signifikan khususnya di tingkat petani.

Defris sudah melakukan koordinasi antara Disbun Provinsi dengan Disbun tingkat kabupaten dan kota, agar dapat mengawasi dan melaporkan harga pembelian TBS petani ke pabrik di daerah masing-masing.

Dia mengimbau pabrik dan perusahaan sawit agar tidak melakukan penurunan harga TBS petani secara sepihak. "Harus tetap mengacu kepada harga penjualan atau lelang CPO yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara [KPBN]."

Sebelumnya Sekretaris Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau Djono Albar Burhan menjelaskan kebijakan sepihak dari pemerintah pusat ini membuat kepanikan petani yang memang tinggal di pedesaan.

"Kebijakan [DMO dan DPO] ini menimbulkan kepanikan luar biasa petani sawit Riau, karena sekitar 65 persen kebun kelapa sawit Riau adalah milik petani kecil, kami melihat kebijakan ini bagaimana hitungan pemerintah bisa membuat keputusan sepihak DPO harga CPO Rp9.300 per kilogram," ujarnya Minggu (30/1/2022).

Dari data Apkasindo Riau, harga jual TBS sawit di daerah itu turun dalam dari rentang Rp3.500 per kilogram menjadi sekitar Rp2.500 per kilogram, atau tercatat turun senilai Rp1.000 perhari pada Jumat (28/1/2022) hingga Sabtu (29/1/2022) kemarin.

Meski pemerintah menegaskan harga acuan ini hanya diterapkan sebesar 20 persen volume ekspor, kenyataannya perusahaan yang membeli TBS petani melakukan sistem pukul rata dan menurunkan harga TBS sawit.

Menurutnya sebelum menetapkan harga acuan CPO ini, pemerintah harus merincikan biaya-biaya apa saja dalam komponen produksi kelapa sawit yang dikeluarkan petani atau produsen, sehingga angka acuan yang dikeluarkan itu hendaknya juga menghitung potensi keuntungan yang didapatkan petani sawit.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau sawit harga sawit
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top