Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perseteruan Edy Rahmayadi dan Pelatih Biliar Sumut, Pilih Minta Maaf atau Dilaporkan

Coki sebelumnya dipermalukan dan dijewer Edy di muka umum hanya karena tidak ikut tepuk tangan saat mantan Pangkostrad itu pidato.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  22:57 WIB
Khairuddin Aritonang alias Coki (tengah) - Bisnis/Nanda Fahriza Batubara
Khairuddin Aritonang alias Coki (tengah) - Bisnis/Nanda Fahriza Batubara

Bisnis.com, MEDAN - Perseteruan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi dengan Khairuddin Aritonang alias Coki, pelatih cabang olahraga biliar, memasuki babak baru.

Coki sebelumnya dipermalukan dan dijewer Edy di muka umum hanya karena tidak ikut tepuk tangan saat mantan Pangkostrad itu pidato.

Tim kuasa hukum Coki resmi melayangkan somasi kepada Edy. Mereka menuntut Edy meninta maaf secara terbuka kepada Coki dan pihak keluarga atas perbuatannya.

Jika permintaan itu tidak dipenuhi Edy kurun 1x24 jam, maka tim kuasa Coki akan membawa perkara ini ke ranah hukum.

"Jadi kami melihat unsur-unsur pelanggaran hukum di dalam kejadian yang menimpa saudara Coki. Jika nanti somasi kami tidak diindahkan, maka kami akan melapor ke Polda Sumatra Utara," ujar kuasa hukum Coki, Gumilar Aditya Nugroho, Kamis (30/12/2021).

Tim kuasa hukum Coki lainnya, Teguh Syuhada Lubis, mengungkapkan bahwa perbuatan Edy tak hanya mempermalukan klien mereka. Namun juga keluarga besarnya.

Oleh karena itu, Teguh berharap Edy tidak mencari pembenaran atas perbuatannya yang kini marak dikecam publik. Teguh menyarankan mantan Ketua PSSI itu meminta maaf secara terbuka dan menyesali perbuatannya.

"Bagi kami, dalam prespektif hukum ada perbuatan yang kami anggap merupakan pelanggaran hukum. Yang jelas, apa yang terjadi ini tidak hanya bicara soal kerugian yang dialami Coki secara pribadi, tapi juga menimpa keluarganya. Kami cukup tahu bagaimana perasaan pihak keluarga, tekanan mental, psikologi yang kini terganggu," kata Teguh.

Sementara itu, Coki tak kuasa menahan tangis saat mencurahkan isi hatinya atas perilaku Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu.

Coki mengungkap betapa perlakuan Edy tidak cuma menyakiti hatinya. Namun juga berdampak buruk terhadap psikologis keluarga.

Padahal, Coki rela menjadi pelatih biliar demi mengharumkan nama baik Sumatra Utara di kancah nasional. Pengorbanannya pun tidak bisa dianggap remeh. Di sisi lain, Coki telah berhasil memberi prestasi pada para atlet cabang olahraga biliar pada gelaran PON lalu.

Sembari menangis terisak-isak, Coki pun mencurahkan perasaannya setelah dipermalukan Edy di muka umum hanya karena tidak ikut memberi tepuk tangan saat mantan Pangkostrad itu berpidato.

"Yang membuat saya sakit saat kejadian itu, persoalan rasa cinta kepada Sumatra Utara ini, bahkan atlet saya sakit malaria pulang. Kami tidur di barak hutan. Belum lagi kejadian...," ujar Coki terbata-bata sembari mengusap air mata.

"Bagaimana perasaan orang tua saya, malu. Bahkan saya malu sekali, kemarin mau minum kopi saja ada yang bilang, 'Abang yang dijewer gubernur itu kan bang?' Allahu Akbar," sambungnya.

Akibat perlakuan Edy, Coki bahkan sampai menutup diri selama beberapa hari. Kondisinya begitu tertekan. Bahkan psikologis keluarga juga turut terdampak. Coki tak habis pikir Edy tega mempermalukannya di muka umum cuma karena tidak memberi tepuk tangan.

"Kalau dia mau minta maaf secara terbuka, ramai-ramai seperti ini, menghadirkan kawan-kawan yang ada dan beberapa asosiasi, saya akan melakukan itu (menerima maaf). Tapi kalau juga dia tidak mau, mungkin diskusinya ke bagian hukum," ujar Coki.

Terpisah, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi tampak bergeming meski ulahnya hendak dilaporkan ke penegak hukum.

"Apanya yang mau dilapori? Ya enggak lah, laporan itu kan ada syaratnya. Kalian lah yang bela saya," ujar Edy di rumah dinasnya, Kamis (30/12/2021).

Sebelumnya, Edy membuat heboh lantaran menjewer kuping pelatih biliar Sumatra Utara, Khairuddin Aritonang alias Coki, saat menyerahkan bonus bagi para pelatih dan atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Saat menyampaikan pidato di rumah dinasnya, Senin (27/12/2021) lalu, Edy tiba-tiba memanggil Coki yang sedang duduk.

Setelah Coki naik ke atas panggung, Edy menanyakan alasannya tidak ikut bertepuk tangan.

"Kenapa enggak tepuk tangan?," tanya Edy.

Edy terus mencecar Coki yang hanya berdiri seolah bingung dengan sikap mantan Ketua Umum PSSI itu.

"Atlet apa kau?" tanya Edy.

"Pelatih biliar," jawab Coki.

"Pelatih? Pelatih saja tidak mau tepuk tangan. Pelatih tak tepuk tangan, tak cocok jadi pelatih ini. Berdiri yang benar kau, sontoloyo kau," sambung Edy.

Setelah itu, Edy tiba-tiba menjewer telinga Coki. Coki pun awalnya tampak bingung sekaligus tak percaya dengan perlakuan yang dialaminya. Tak menunggu lama, Coki langsung meninggalkan lokasi sembari memegangi kuping.

Saat Coki beranjak pergi, Edy terlihat masih tetap berkata-kata.

"Sudah, pulang sana. Tidak usah dipakai-pakai lagi," ujar Edy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top