Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-gara Cemburu Buta, 4 Remaja Putri Ini Nekat Aniaya Temannya

Viral video empat remaja putri aniaya temannya dikuburan karena cemburu buta.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  19:47 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MEDAN - Sebuah tayangan video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap seorang remaja putri viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat empat orang remaja putri melakukan penganiayaan terhadap temannya yang mengenakan jilbab hitam di sebuah kuburan.

Selain memukul, pelaku juga menendang korban yang sudah terkapar di lantai secara membabi buta.

Dalam keterangan yang ditulis akun Instagram @majeliskopi08, salah seorang pelaku yang melakukan penganiayaan itu berinisial SN (12). Sedangkan korbannya berinisial NL.

Alasan pelaku melakukan penganiayaan itu karena diduga cemburu. Sebab, korban dianggap telah mengganggu pacarnya.

"Anak 12 tahun menghajar temannya karena cemburu, cowoknya diganggu karena pesan whatsapp. Bukannya anak umur segitu masih cinta monyet ya?" tulisnya.

Di akhir video, empat pelaku yang diduga terlibat melakukan perundungan tersebut telah diamankan polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Video itu sontak mendapat komentar beragam dari para netizen.

"Gk peduli di bawah umur atau bukan ...tapi ini udah masuk kriminal," tulis akun @rachoen_shopee.

"Astaghfirullah...ini kebanyakan nonton sinteron ya," tulis @agustine.rahayu23.

"Jangan mau dibawa ke jalur kekeluargaan karna tersangka dan korban bukan Keluarga atau sodara bawa ke jalur hukum," tulis @juhri_sutedja10.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

viral
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top