Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komitmen INALUM Memajukan Industri Aluminium Nasional dengan Inovasi dan Kolaborasi

Menurut Denny, Indonesia memiliki potensi sumber daya dan market aluminium yang besar.
Nanda F Batubara
Nanda F Batubara - Bisnis.com 18 November 2021  |  22:47 WIB
Pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI bersama unsur Kementerian ESDM saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke PLTA PT INALUM, Sumatra Utara, Kamis (17/11/2021). - Istimewa
Pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI bersama unsur Kementerian ESDM saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke PLTA PT INALUM, Sumatra Utara, Kamis (17/11/2021). - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - PT Indonesia Asahan Aluminium Persero atau lebih dikenal sebagai INALUM berkomitmen membawa industri aluminium nasional ke level yang lebih kompetitif.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasi dan Portofolio INALUM Danny Praditya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan Pembangkit Listrik (PLTA) INALUM di Paritohan Kabupaten Toba, Sumatra Utara.

Menurut Denny, Indonesia memiliki potensi sumber daya dan market aluminium yang besar. Potensi itu mesti dioptimalkan. Inilah yang diharapkan dari kolaborasi INALUM bersama PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Persero.

Denny juga berharap kolaborasi strategis INALUM dan PLN mampu menambah kapasitas produksi lebih dari dari 250.000 ton.

"Potensi aluminium di Indonesia baik dalam hal hilirisasi ataupun market masih sangat besar. Oleh karena itu, sejak PT INALUM menjadi BUMN, perusahaan membutuhkan banyak komitment dalam bersinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk PT PLN," kata Denny, Kamis (18/11/2021).

Saat ini, INALUM melakukan manuver korporasi strategis. Antara lain Proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi, Optimalisasi Smelter Kuala Tanjung, Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah, dan Pembangunan Aluminium Remelt IAA.

Proyek strategis tersebut diharapkan membantu INALUM memenuhi kebutuhan pasar aluminium yang masih memiliki potensi besar di Indonesia dan regional.

Pada kunjungan kerja ini, Komisi VII DPR RI melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi. Di antaranya PLTA PT INALUM Persero PLTA Sigura-Gura, PLTA Asahan 3 PT PLN (Persero), dan PLTA 1 Asahan PT Bajradaya Sentranusa (BDSN).

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan, sinergi dan kolaborasi perlu dilakukan oleh INALUM bersama BUMN lain untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional.

"Komisi VII DPR RI sangat mendukung langkah-langkah sinergitas seluruh BUMN yang strategis dalam rangka pengembangan bangsa dan negara," ujar Sugeng.

Dukungan terhadap INALUM juga disampaikan Anggota DPR RI Komisi VII Lamhot Sinaga. Menurutnya, INALUM terus menunjukan komitmen menciptakan kemajuan hilirisasi dan industrialisasi di era modern.

"Visi INALUM untuk menjadi big player dalam market aluminium di nasional dan regional harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan," ujar Lamhot.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN Muhammad Iqbal Nur menyatakan siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan PT INALUM demi mewujudkan hilirisasi, industrialisasi, dan kebermanfaatan yang berkelanjutan untuk masyarakat.

"PT PLN sebagai salah satu BUMN yang bergerak dalam penyediaan energi mendukung dan siap bersinergi dan berkolaborasi bersama PT INALUM untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus sebagai langkah kami untuk bisa memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk sektor industri dan masyarakat di Indonesia," ujar Iqbal.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI Rida Mulyana. Menurutnya, Kementerian ESDM mendorong langkah-langkah strategis BUMN untuk bersinergi, mempercepat hilirisasi, dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan.

"Kementerian ESDM RI sebagai lembaga eksekutif terus mendorong sinergi dan integrasi dari BUMN-BUMN di Indonesia karena sinergi tersebut akan mempercepat visi hilirisasi industri nasional," ujar Rida.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inalum
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top