Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dinkes Kepri Larang Warga Mudik Natal dan Tahun Baru

Menurutnya mudik hari raya Natal dan tahun baru berpotensi menimbulkan klaster baru Covid-19, terutama bagi anak-anak, sangat rentan terpapar virus tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 November 2021  |  14:07 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). Arus mudik Natal dan Tahun Baru di Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi terpantau ramai lancar.  - ANTARA
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). Arus mudik Natal dan Tahun Baru di Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi terpantau ramai lancar. - ANTARA

Bisnis.com, TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Kesehatan melarang warganya mudik Natal dan Tahun Baru 2022 untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga penyebaran Covid-19.

"Mudik tak boleh, kalau merayakan oleh, tapi di rumah masing-masing dan tetap patuhi prokes," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri M. Bisri di Tanjungpinang, Rabu (17/11/2021).

Larangan tersebut, kata dia, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menghapus hari libur Natal dan tahun baru.

Menurutnya mudik hari raya Natal dan tahun baru berpotensi menimbulkan klaster baru Covid-19, terutama bagi anak-anak, sangat rentan terpapar virus tersebut.

"Anak-anak berisiko tinggi terpapar Covid-19 saat perjalanan mudik," ujarnya.

Berkaca dari pengalaman, katanya, momen perayaan hari besar keagamaan dapat memicu lonjakan kasus Covid-19.

Dia mencontohkan perayaan Idulfitri Mei 2021 menyebabkan terjadinya gelombang kedua kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Kepri.

"Nah, dengan kondisi kasus Covid-19 yang sudah jauh melandai, tentu kita tak ingin terjadi lonjakan lagi, karena akan sangat susah untuk menurunkannya," ujarnya.

Lebih lanjut Bisri menyampaikan Pemprov Kepri segera menerbitkan surat edaran menyangkut pelarangan mudik Natal dan tahun baru.

Ia belum dapat memastikan mekanisme pengawasan di lapangan saat larangan itu diberlakukan.

"Masih terus dibahas, karena akan ada pengawasan ketat pada akses keluar-masuk pelaku perjalanan, baik jalur laut maupun udara," kata Bisri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kepri Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top