Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT Pamin Pilih Kurangi Produksi Ketimbang PHK Karyawan

Plant Manager PT Pamin Samali mengatakan perusahaan itu awalnya mampu memproduksi 24.000-25.000 ton minyak goreng per pekan. Namun kini, pihaknya hanya memproduksi 15.000-17.000 ton minyak goreng per pekan.
Nanda Fahriza Batubara
Nanda Fahriza Batubara - Bisnis.com 09 November 2021  |  19:25 WIB
Aktivitas karyawan PT Pamin di KIM II, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, Selasa (9/11/2021).  - Istimewa
Aktivitas karyawan PT Pamin di KIM II, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, Selasa (9/11/2021). - Istimewa

Bisnis.com, MEDAN - Meski menjalani masa sulit pandemi Covid-19, PT Pacific Medan Industri atau PT Pamin tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

Perusahaan yang berkantor di Kawasan Industri Medan (KIM) II, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara ini memilih untuk melakukan efisiensi bisnis. PT Pamin sendiri berkecimpung dalam bisnis produksi minyak goreng.

Menurut General Manager PT Pamin Ali Saleh Sulaiman, pihaknya terpaksa mengurangi produksi selama masa pandemi ini.

"Sebelumnya perusahaan mampu memproduksi minyak goreng sebanyak 300 sampai 350 kontainer per minggu untuk memenuhi pasar lokal dan mancanegara, sekarang hanya 100 kontainer saja," ujar Ali saat menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah, Selasa (9/11/2021).

Plant Manager PT Pamin Samali mengatakan perusahaan itu awalnya mampu memproduksi 24.000-25.000 ton minyak goreng per pekan. Namun kini, pihaknya hanya memproduksi 15.000-17.000 ton minyak goreng per pekan.

Penurunan kapasitas produksi ini dilakukan demi menghindari kebijakan PHK terhadap karyawan PT Pamin.

"Meski jumlahnya turun, tapi kami tidak ada melakukan PHK kepada karyawan," ungkap Samali.

Pada kesempatan ini, Samali berharap pemerintah memberi perhatian terhadap keterbatasan kontainer pengangkut barang ekspor di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan yang dikelola PT Pelindo.

Di sisi lain, Samali juga berharap pembangunan laboratorium khusus kelapa sawit di Sumatra Utara.

"Sehingga kami tidak perlu lagi mengirim sampel sampai ke Malaysia atau ke Jerman, apalagi biaya pengirimannya juga cukup mahal," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Utara Musa Rajekshah alias Ijeck berjanji akan menindaklanjuti saran yang diberi manajemen PT Pamin.

Ijeck mengaku akan berkoordinasi dengan PT Pelindo mengenai keterbatasan kontainer pengangkut barang ekspor di Pelabuhan Belawan.

Dia juga akan meneruskan saran mengenai laboratorium kelapa sawit bertaraf internasional ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Di sisi lain, Ijeck mengapresiasi langkah PT Pamin yang memilih tidak menerapkan PHK terhadap karyawannya pada masa pandemi.

"Kami dari pemerintahan sangat berterima kasih dan muda-mudahan ini dapat diikuti oleh perusahaan yang lain sehingga Sumatra Utara dapat bangkit," kata Ijeck.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top